Scroll untuk baca artikel
BeritaPeristiwa

12-13 November Potensi Cuaca Ekstrem, Balawista: Waspada Gelombang Tinggi di Pantai Selatan Lebak

48
×

12-13 November Potensi Cuaca Ekstrem, Balawista: Waspada Gelombang Tinggi di Pantai Selatan Lebak

Sebarkan artikel ini
Pantai Pasput Ciantir Sawarna di wilayah Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. (Foto: Dok Balawista)

Triberita.com | Lebak Banten – Cuaca ekstrem di wilayah perairan Lebak Banten diprediksi terjadi hari ini, Senin 13 November 2023, bahkan dari kemarin. Gelombang laut di Pantai Lebak Banten berpotensi tinggi, sehingga Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten mengimbau wisatawan yang berkunjung dan berwisata untuk waspada.

Potensi ketinggian gelombang tersebut, karena dampak cuaca yang terjadi pada bulan November hingga Desember mendatang. Dampak hujan disertai angin kencang akan berpengaruh, sehingga meningkatkan ketinggian ombak. Untuk menghindari kecelakaan laut, wisatawan harus mewaspadai gelombang tinggi.

“Tingginya ombak, bisa saja dipengaruhi seiring dengan hujan yang disertai angin yang terjadi pada sore hari. Pengunjung tetap diimbau untuk selalu meningkatkan kewaspadaan akan potensi tersebut,” imbau Ketua Balawista Kabupaten Lebak, Erwin Komara Sukma, Minggu (12/11/2023).

Untuk mengantisipasi laka laut, lajut Erwin, Balawista Lebak memasang rambu-rambu larangan berenang yang dipasang di sejumlah titik pantai. Rambu tersebut dipasang untuk meningkatkan kewaspadaan pengunjung dan wisatawan.

Ketua Balawista Kabupaten Lebak, Erwin Komara Sukma (tengah kemeja hitam), berfoto bersama
Kapolsek Bayah, Kades Sawarna, dan anggota Balawista.(Foto: Dok Balawista)

“Agar wisatawan tetap berhati-hati melakukan aktifitas bermain atau berenang di pantai. Kepada pengunjung, tetap untuk mengindahkan rambu rambu peringatan dan imbauan yang dipasang petugas Balawista atau penjaga pantai,” ujar Erwin.

Untuk diketahui saat ini ketinggian ombak terbilang relatif normal yakni di angka 2 sampai 3 meter di pesisir pantai Lebak selatan.

Dalam menjaga keselamatan wisatawan, Balawista Lebak selalu siaga. Hal tersebut untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi para wisatawan yang berwisata.

“Anggota Balawista sebanyak 45 orang, disebar di sejumlah tempat wisata. Kesiapsiagaan kita (Balawista), terus ditingkatkan sebagai upaya memberikan keamanan dan kenyaman bagi pengunjung,”ucap Erwin.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Febby Rizki Pratama, mengimbau agar mewaspadai hujan dan angin kencang, serta petir terjadi pada sore hari.

Baca Juga :  BMKG sebut Aktivitas Siklon Tropis Freddy di Selatan Jawa Picu Hujan Lebat, Angin Kencang serta Gelombang Tinggi

“Maka saya harap masyarakat untuk selalu mewaspadai potensi yang ditimbulkan akibat cuaca tersebut,” imbaunya, Minggu (12/11/2023).

Dalam beberapa hari terakhir, wilayah Kabupaten Lebak sering dilanda hujan deras disertai angin kencang. Kejadian ini pula mengakibatkan beberapa pohon di pinggir jalan tumbang.

Diketahui, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi pada tanggal 12-13 November adanya potensi cuaca ekstrem yang akan terjadi pada wilayah Indonesia.

Febby menuturkan, potensi bencana bisa terjadi di Kabupaten Lebak. Saat pihaknya juga sudah melakukan mitigasi bencana baik melalui media sosial maupun meningkatkan koordinasi dengan pemerintah kecamatan, desa maupun dengan relawan BPBD yang tersebar di 28 kecamatan.

“Kabupaten Lebak salah satu Kabupaten di Provinsi Banten yang kerap diterpa bencana. Maka, pada peralihan cuaca ini agar masyarakat bisa meningkatkan kewaspadan,” terang Febby.

Febby menambahkan, bencana yang diakibatkan oleh adanya peralihan musim sangat berpotensi terjadi pada beberapa daerah yang ada di Kabupaten Lebak.

“Bencana banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. Bencana seperti ini yang harus diwaspadai oleh masyarakat. Salah satunya menjaga lingkungan dengan tidak menebang pohon dan tidak membuang sembarangan,” pungkasnya.

Berdasarkan pemetaan BPBD Lebak dari 28 kecamatan terdapat 14 kecamatan yang menjadi titik rawan longsor yakni Bayah, Sobang, Lebakgedong. Cigemblong, Bojongmanik, Cibeber, Muncang, Gunungkencana, Cipanas, Cileles, Cimarga, Cikulur, Leuwidamar dan Cilograng.

Sementara, terdapat 12 kecamatan jalur angin kencang atau puting beliung, yakni Kecamatan Cimarga, Kecamatan Leuwidamar, Kecamatan Rangkasbitung, Maja, Curugbitung, Muncang, Wanasalam, Cibadak, Gunungkencana, Cibeber, Panggarangan dan Bayah.

Facebook Comments
Example 120x600