Scroll untuk baca artikel
Banten RayaBeritaPeristiwa

27 Kecamatan Krisis air Bersih, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten Status Darurat Kekeringan

53
×

27 Kecamatan Krisis air Bersih, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten Status Darurat Kekeringan

Sebarkan artikel ini

Dampak El Nino itu meluas hingga membuat dari sebelumnya 18 kecamatan, menjadi 27 Kecamatan mengalami kekeringan dan krisis air bersih, akibat kemarau yang terjadi sejak tiga pekan terakhir

Ilustrasi
Ilustrasi

Triberita.com, Serang Banten – Fenomena El Nino telah membawa dampak pada sejumlah daerah termasuk Provinsi Banten. Di Provinsi Banten, dampak El Nino itu meluas hingga membuat dari sebelumnya 18 kecamatan, menjadi 27 Kecamatan mengalami kekeringan dan krisis air bersih, akibat kemarau yang terjadi sejak tiga pekan terakhir,

“Kita menetapkan status darurat kekeringan karena krisis air bersih itu,” ujar Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Agust Riza Faesal di Lebak.

Agust menjelaskan, masyarakat yang dilanda krisis air bersih itu terjadi setelah sumur bawah tanah, dan sumber mata air mengalami kekeringan.

Mereka untuk mendapatkan pasokan air bersih terpaksa menggunakan jasa tukang ojek motor dengan mengambil air sungai, sebab jarak tempuh ke pemukiman berjauhan. Oleh karena itu, BPBD Lebak mengoptimalkan pendistribusian pasokan air bersih kepada masyarakat yang dilanda kekeringan.

Adapun wilayah yang mengalami kekeringan, diantaranya Warunggunung, Leuwidamar, Panggarangan, Cihara, Wanasalam, Bayah, Cibeber, Muncang, Sajira, Cipanas, Curugbitung, Cimarga, Kalanganyar, Cikulur, Gunungkencana, Banjarsari, Wanasalam, dan Maja.

Saat ini, lanjut Agust, pihaknya menyiapkan tiga unit kendaraan tangki dengan kapasitas 6.000 liter/tangki.

Ilustrasi
Ilustrasi

“Kami mendistribusikan pasokan air bersih ke desa-desa yang diterjang krisis air bersih hingga 18 ribu liter per hari,” terang Agust, Selasa (29/8/2023).

Dikatakan Agust, BPBD Lebak dibantu pihak kepolisian, PDAM, pengusaha, relawan Tagana, dan pemerintah Provinsi Banten, mendistribusikan air bersih.

Masyarakat sangat membutuhkan pasokan air bersih untuk keperluan mandi,cuci dan kakus (MCK), karena krisis air bersih bisa berpotensi menimbulkan berbagai penyakit menular yang membahayakan bagi kesehatan manusia.

“Kami terus berupaya agar masyarakat yang terjadi kekeringan mendapatkan pasokan air bersih,” terangnya.

Baca Juga :  Mangkrak..! Diduga Proyek milik Dinas PUPR Asal-asalan, DPRD Banten Didesak Bertanggung Jawab

Agust menambahkan, wilayah Kabupaten Lebak mengalami krisis air bersih karena memasuki El Nino yang puncaknya Agustus -September berdasarkan prediksikan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Namun, pihaknya telah menyiapkan langkah penanganan bencana kekeringan di Kabupaten Lebak di antaranya pendistribusian air bersih dan pompanisasi.

“Kami berharap warga segera melapor jika mengalami kekeringan untuk mendapat bantuan pasokan air bersih,” ujar Agust.

Facebook Comments
Example 120x600