Scroll untuk baca artikel
Banten RayaBencana AlamBeritaNewsPeristiwa

Dampak Kemarau, Bencana Kekeringan Mulai Dirasakan Warga Pandeglang, 23 Desa Kesulitan Air Bersih

72
×

Dampak Kemarau, Bencana Kekeringan Mulai Dirasakan Warga Pandeglang, 23 Desa Kesulitan Air Bersih

Sebarkan artikel ini

Mulai kekurangan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Kekurangan air bersih terjadi karena dampak musim kemarau yang terjadi sejak awal Agustus 2023

ilustrasi kekeringan ekstrem di Indonesia akibat El Nino (foto: istimewa)
ilustrasi kekeringan ekstrem di Indonesia akibat El Nino (foto: istimewa)

Triberita.com, Pandeglang Banten – Dampak musim kemarau, bencana kekeringan mulai dirasakan warga di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

Sebanyak 23 desa dari 8 kecamatan di Kabupaten Pandeglang, mulai kekurangan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Kekurangan air bersih terjadi karena dampak musim kemarau yang terjadi sejak awal Agustus 2023.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Pandeglang, Rahmat Zultika, membenarkan terkait warga yang mulai terdampak kemarau.

Dikatakan Rahmat Zultika, sejak 7 Agustus 2023 lalu, sudah ada laporan dari kecamatan yang meminta bantuan air bersih untuk warganya.

“Dari tanggal 7 Agustus 2023 sudah ada laporan yang masuk ke kami dari Kecamatan Patia, Desa Simpang Tiga. Yang sudah melaporkan ke kami ada 8 kecamatan dari 23 desa yang meminta bantuan air ke kami,”ujar Rahmat.

Delapan kecamatan yang saat ini mulai krisis air bersih, diantaranya Kecamatan Patia, Karangtanjung, Sukaresmi, Cadasari Cikeusik, Sobang, Mandalawangi, dan Kecamatan Angsana.

Untuk mendapatkan air bersih, warga harus menempuh perjalanan cukup jauh, dan untuk mendapatkan pasokan air bersih warga harus rela mengantre air
Untuk mendapatkan air bersih, warga harus menempuh perjalanan cukup jauh, dan untuk mendapatkan pasokan air bersih warga harus rela mengantre air

Untuk mengurangi dampak krisis air bersih, pihaknya melakukan pengiriman bantuan air bersih untuk warga menggunakan mobil tangki milik BPBDPK Pandeglang. Namun hal itu dirasa masih kurang maksimal lantaran kurangnya armada pengangkut.

“Kami punya 2 unit mobil tangki. 1 unit dapat digunakan utuk air bersih, yang 1 unit lagi itu untuk suplai air mobil pemadam kebakaran. Kadi perharinya, kami hanya bisa mengirim 2 mobil tangki. Itupun kalau enggak ada kebakaran. Tapi kalau ada kebakaran, paling 1 mobil,”jelasnya.

Lanjut Rahmat, bagi warga yang sangat membutuhkan bantuan air bersih, selain meminta bantuan ke BPBDPK Pandeglang, bisa juga meminta bantuan air bersih ke Perusahaan Daerah Air Minum (Perumdam) Pandeglang, Dinas Perumahan dan Pemukiman Provinsi Banten, dan BPBD Banten.

Baca Juga :  Info Penting Untuk Seluruh Masyarakat Pemilik Kartu Keluarga

“Yang pertama itu harus hemat air jangan terlalu boros, selanjutnya bila sangat membutuhkan air bersih bisa melaporkan bukan hanya ke kami, tapi bisa ke Perumdam, Dinas Perkim Provinsi Banten, atau BPBD Banten. Harapannya ke depan, turun hujan karena bulan depan harusnya sudah musim hujan,”terangnya.

Rahmat menambahkan, untuk mengantisipasi hal serupa di masa yang akan datang, dirinya akan melakukan koordinasi dengan pihak desa agar membuat sumur-sumur bor, supaya ketika kembali terjadi kemarau, desa sudah memiliki cadangan sumber air bersih untuk warganya.

“Untuk kedepannya, pihak desa bisa membuat sumur-sumur bor dari anggaran dana desa untuk mengantisipasi kekeringan. Kami berharap tidak ada fenomena La Nina, karena bisa jadi lebih panjang musim kemaraunya,”ujar Rahmat.

Facebook Comments
Example 120x600