Scroll untuk baca artikel
Berita

Detik-detik Kios Miras Oplosan di Subang Diamuk Warga setelah Tragedi 12 Orang Tewas 

98
×

Detik-detik Kios Miras Oplosan di Subang Diamuk Warga setelah Tragedi 12 Orang Tewas 

Sebarkan artikel ini
Warga menghancurkan kios miras oplosan yang merenggut belasan nyawa di Kabupaten Subang (foto: istimewa)
Warga menghancurkan kios miras oplosan yang merenggut belasan nyawa di Kabupaten Subang (foto: istimewa)

Triberita.com | Kabupaten Subang,- Sebanyak belasan orang tewas dalam tragedi Subang karena minum miras oplosan di Kecamatan Sagalaherang, pada Minggu (29/10/2023). Atas peristiwa itu, puluhan warga menghancurkan warung penjual miras di kawasan Jalancagak.

Dilihat dalam video berdurasi pendek, warga menghancurkan semua miras yang berada warung tersebut lantaran kesal warganya jadi korban akibat mengkonsumsi miras oplosan, video tersebut viral di group WhatsApp dan media sosial (medsos).

“(Hancurkeun, hancurkuen yeuh, salah sahiji penyakit masyakarat jualan minuman disisi jalan ampun teuing pamarentah), hancurkan, hancurkan nih salah satu penyakit masyarakat jualan minuman dipinggir jalan, ampun pemerintah,” cuit keterangan dalam video yang dirilis kantor triberita, Senin (30/10).

Tak hanya itu, selain warga menghancurkan minuman yang dijual, juga menghancurkan semua barang yang ada di dalam warung tersebut, tak ada korban jiwa dalam aksi massa warga yang merusak sejumlah warung makan yang didalamnya ternyata menjual miras oplosan tersebut.

Petugas langsung mengecek TKP perusakan warung makan yang di dalamnya menjual miras oplosan tersebut, sementara untuk TKP warung-warung yang dirusak warga itu saat ini sudah pasang garis polisi (police line).

Sebelumnya diberitakan, sebelas warga Kabupaten Subang, Jawa Barat, tewas setelah menenggak minuman keras atau miras. Kesebelas korban itu meminum miras oplosan setelah menghadiri acara pernikahan.

 

Kapolres Subang, AKBP Ariek Indra Sentanu, saat konfrensi pers di Mapolres Subang (foto: instagram @polres_subang)
Kapolres Subang, AKBP Ariek Indra Sentanu, saat konfrensi pers di Mapolres Subang (foto: instagram @polres_subang)

Kapolres Subang, AKBP Ariek Indra Sentanu, dalam keterangan riliisnya mengatakan, tragedi itu berawal usai sebelas warga tersebut mendatangi pesta pernikahan pada Minggu (29/10/2023) malam.

“Kronologi kejadian berawal pada Sabtu 28 Oktober 2023 pukul 13.00 WIB berlangsung acara pesta pernikahan Deni A Nurdin dengan Wiwin di Kampung Cipulus RT 04/02, Desa Sagalaherang Kaler, Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang,” kata AKBP Ariek di Mapolres Subang kepada wartawan saat gelar perkara dilansir kantor triberita dari laman resmi instagram @polres_subang, Senin.

Facebook Comments
Example 120x600