Scroll untuk baca artikel
Banten RayaBerita

Diduga Cemari Lingkungan Tempat Penampungan Batubara Di Keluhkan Warga TCI Cilegon

106
×

Diduga Cemari Lingkungan Tempat Penampungan Batubara Di Keluhkan Warga TCI Cilegon

Sebarkan artikel ini

Keluhan bau belerang yang diduga berasal dari tempat penampungan batu bara, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon selanjutnya melakukan pemasangan alat pengukuran kualitas udara

Warga Perumahan Taman Cilegon Indah (TCI) keluhan bau belerang
Warga Perumahan Taman Cilegon Indah (TCI) keluhan bau belerang

Triberita.com, Cilegon Banten – Warga Perumahan Taman Cilegon Indah (TCI) keluhan bau belerang yang diduga berasal dari tempat penampungan batu bara, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon selanjutnya melakukan pemasangan alat pengukuran kualitas udara.

Adapun lokasi atau tempat penampungan batubara itu, tidak jauh dari permukiman warga Perumahan Taman Cilegon Indah (TCI), di Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, Provinsi Banten.

Selain bau, warga juga mengeluhkan ada debu berwarna hitam. Diduga, juga debu tersebut berasal dari tempat penampungan batu bara yang terbawa angin.

Alat ukur udara yang dipasang DLH Kota Cilegon di dua tempat itu, dilakukan pada Rabu (30/8/2023) siang, satu alat berada di komplek CTI, dan satu alat lainnya di area Sekolah Mutiara Bunda.

Warga Perumahan Taman Cilegon Indah (TCI) keluhan bau belerang
Warga Perumahan Taman Cilegon Indah (TCI) keluhan bau belerang

Kepala DLH Kota Cilegon, Sabri Mahyudin mengatakan, pemasangan alat ini merupakan tindak lanjut dari keluhan masyarakat yang mengeluhkan bau belerang yang dirasa sejak tiga bulan terakhir.

“Ini langkah dari DLH Cilegon untuk mengetahui kondisi udara di Perumahan TCI dan DLH Kabupaten Serang juga hari ini sudah menerjunkan tim untuk cek lokasi yang diduga penyebab bau belerang,” kata Sabri.

Dijelaskan Sabri, alat pengukur kualitas udara yang dipasang di dua tempat tersebut untuk mengetahui kualitas udara yang selama ini dikeluhkan oleh oleh warga TCI.

“Alat ukur yang kami pasang 1×24 jam, dan hasilnya baru akan kita lihat lusa depan, dan akan kita analisa dulu baru kita publikasikan hasilnya,”ujarnya.

Dirinya juga terus berkoordinasi dengan DLH Kabupaten Serang terkait hasil tinjauannya ke lokasi stokepile tersebut.

Sementara itu, Ketua RT 7 RW 5, Perumahan TCI, Rachmat Sri Harimulyanto, mengapresiasi langkah dari pemerintah dengan pemasangan alat tersebut.

Baca Juga :  483 Siswa di Wisuda, Pj Bupati Bekasi: Yayasan Pendidikan Al Muslim jadi contoh pembelajaran Al-Quran yang komprehensif

“Dengan adanya pemasangan alat ini, kami warga TCI sangat senang,”terangnya

Rachmat mengaku, bahwa pihaknya bersama warga TCI menyambut baik atas langkah yang dilakukan DLH Kota Cilegon. Semoga permasalahan yang selama ini dikeluhkan warga bisa teratasi, sehingga warga kembali dapat menghirup udara segar pada pagi hari, bukan lagi bau belerang.

Facebook Comments
Example 120x600