Triberita.com | Serang Banten – Personil Polsek Carenang Polres Serang Polda Banten dengan Unit Identifikasi bergerak cepat ke lokasi peristiwa warga gantung diri (gandir) di Kampung Biyuku, Desa Warakas, Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, dan langsung membawa jasad korban dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Banten.
Korban gandir, diketahui bernama Suminta (68). Tubuhnya ditemukan menggantung di kusen pintu kamar tidur dengan leher terjerat tali tambang.
Peristiwa tragis tersebut, terjadi pada Sabtu sore kemarin, sekitar pukul 17.00 WIB dan sempat menggegerkan warga sekitar.
Kapolsek Carenang AKP Desma Priatna, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan, pihaknya menerima laporan dari warga terkait penemuan seorang pria meninggal dunia di dalam rumah.
“Benar, kami menerima laporan adanya seorang warga yang ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri di kediamannya,” ujar Desma Priatna saat dikonfirmasi, Minggu (8/2/2026).
Menurut Kapolsek, jasad korban pertama kali ditemukan oleh anak korban bernama Ramadan. Saat itu, Ramadan bermaksud masuk ke kamar untuk mengambil pakaian milik ibunya.
“Ketika menuju kamar, saksi melihat ayahnya sudah dalam kondisi tergantung di kusen pintu kamar,” jelasnya.
Melihat kejadian tersebut, Ramadan langsung keluar rumah sambil berteriak meminta pertolongan. Beberapa warga yang mendengar teriakan, kemudian datang ke lokasi.
“Warga kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Carenang, dan kami langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan awal,” kata Kapolsek.
Dari keterangan keluarga, korban diketahui telah lama menderita sejumlah penyakit, di antaranya sakit lambung, kolesterol, dan asam urat yang sudah dialami bertahun-tahun.
Selain itu, pada tahun 2025, korban juga diketahui gagal berangkat menunaikan ibadah haji, yang diduga turut memengaruhi kondisi psikologisnya.
“Korban sempat mengeluh kepada keluarga karena sakit yang terus-menerus dialaminya,” ungkap Desma.
Selanjutnya, jasad korban dievakuasi oleh tim Inafis Polres Serang ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan visum guna memastikan penyebab kematian.
“Pihak keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan membuat surat pernyataan penolakan autopsi. Kasus ini pun ditangani sesuai prosedur yang berlaku,” terang Kapolsek.

















