Scroll untuk baca artikel
Banten RayaBencana AlamBeritaNewsPeristiwa

Gempa M6,1 Guncang Gorontalo, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

114
×

Gempa M6,1 Guncang Gorontalo, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Sebarkan artikel ini

Gempabumi menggucang wilayah Gorontalo, namun tidak berpotensi Tsunami

Gempabumi mengguncang M6,01 Gorontalo
Gempabumi mengguncang M6,01 Gorontalo

Triberita.com, Jakarta – Hari ini, Rabu (18/1/2023) pukul 07.34.46 WIB, Teluk Tomini, Bone Bolango, Gorontalo diguncang gempa tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M6,1.

Data Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), episenter gempabumi terletak pada koordinat 0,01° LU ; 123,27° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 28 Km arah Selatan Bulawa, Bone Bolango, Gorontalo pada kedalaman 148 km.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi intraslab dengan kedalaman menengah akibat adanya deformasi batuan dalam Lempeng Sangihe di bawah Teluk Tomini .

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik.

Hingga pukul 08.00 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock),” imbuh Daryono.

Meski belum ada gempa susulan, BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada dan tidak terpengaruh isu hoaks. Masyarakat juga diminta untuk memperhatikan kondisi bangunan rumah.

BMKG juga mengimbau agar masyarakat setempat berhati-hati terhadap potensi gempa bumi susulan. Gempa yang terjadi ini tidak berpotensi tsunami.

“Gempa ini tidak berpotensi tsunami. Namun warga harus tetap hati-hati terhadap gempabumi susulan yang mungkin terjadi,” ungkapnya.

Gempabumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Luwuk dan Ampana dengan skala intensitas III-IV MMI ( *Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah* ), daerah Kotamobagu, Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Pohuwato, Bolaang Mongondow Timur, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow, Kota Gorontalo, Taliabu, Minahasa Tenggara, Boalemo, Minahasa Selatan, Toli-Toli, Poso, dan Kab. Bone Bolango daerah Kabupaten Gorontalo Utara, Sanana, dan Palu daerah Ternate, Morowali, Manado, Halmahera Selatan dan Labuha dengan skala intensitas.

Baca Juga :  Penggunaan HP Dilarang Di Baduy, Lembaga Adat Minta Sinyal Internet Dihapus

Sementara itu, sejumlah warga Kota Gorontalo mengaku panik dan pusing akibat gempa dengan magnitudo 6,3 terjadi beberapa menit yang mengguncang wilayah tersebut.

“Saya merasa pusing karena goyangannya beda dengan gempa-gempa biasanya, apalagi cukup lama,” kata salah seorang warga Kota Gorontalo, Neny Nasution, di Gorontalo, Rabu.

Warga Kota Gorontalo lainnya, Oci, terpaksa lari ke luar rumah karena panik.

“Biasanya kalau gempa ada getaran, tapi kali ini terasa diayun-ayun dan membuat saya pusing,” ungkapnya.

Terasa Hingga Maluku Utara

Publik pun ramai-ramai memberikan update terkini terkait kondisi pasca gempa bumi di Gorontalo.

Sebagian warganet mengatakan jika gempa yang terjadi terasa begitu kencang.

“Kenceng banget, baru aja ngerasain,” kata akun @Meylianamleo2.

“Kenceeeng buanget, kerasa sampe maluku utaraa,” tulis akun @xjsnghan.

 

Penulis : Daeng Yusvin/Tim

Facebook Comments
Example 120x600