Scroll untuk baca artikel
BeritaBencana AlamGunung MeletusNews

Gunung Anak Krakatau Erupsi sejak Dini Hari, Warga Diimbau Tidak Mendekat

108
×

Gunung Anak Krakatau Erupsi sejak Dini Hari, Warga Diimbau Tidak Mendekat

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Gunung Krakatau.
Ilustrasi Gunung Krakatau.

Triberita.com, Krakatau – Aktivitas Gunung Anak Krakatau cukup tinggi. Sejak Rabu (8/2/2023), dini hari periode pengamatan pukul 00.00 hingga 06.00 WIB terjadi erupsi.

Gunung yang berada di Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, tepatnya di perairan Selat Sunda, antara Pulau Jawa dan Sumatra ini, mengeluarkan asap putih hingga 100 meter dari puncak.

Berdasarkan Informasi dan Sumber data dari KESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau,
di Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, melaporkan ada aktivitas vulkanik berupa abu berrwarna putih yang keluar dari kawah, dengan ketinggian hingga 100 meter dari puncak gunung.

“Gunung kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. CCTV teramati asap putih tipis-sedang tekanan lemah lk 50 -100 m.Tremor Menerus (Microtremor)* terekam dengan amplitudo 3-25 mm (dominan 6 mm),” tulis PVMBG dalam keterangannya.

Pada periode pengamatan kondisi Cuaca mendung. Angin bertiup lemah ke arah timur. Suhu udara 25-26 °C dan kelembaban udara 51-52 persen dan keadaan ombak laut tenang.

Laporan disusun oleh Anggi Nuryo Saputro, A.Md., petugas pos pantau GAK di Pasauran, Kabupaten Serang, Banten, kemudian diunggah ke Magma Indonesia, aplikasi resmi milik Kementrian ESDM.

Masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak mendekati G. Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah aktif.

Untuk diketahui, Gunung Anak Krakatau (GAK) ini, sebelumnya merupakan sebuah pulau vulkanik kecil yang muncul di antara Pulau Sertung (VerlatenEiland) dan Pulau Rakata Kecil (Lang Eiland) pada tahun 1928, kurang lebih sekitar 43 tahun setelah Gunung Krakatau meletus.

Sebelumnya, pada Jumat (27/1/2023) lalu, Gunung Anak Krakatau (GAK), juga mengalami erupsi.

Gunung yang berada di Selat Sunda dengan status siaga itu, melontaran abu vulkanik dengan ketinggian 350 meter di atas puncak.

Baca Juga :  Perserang Menang Lagi, Tiga Pemain Ghana Sumbang Gol

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan terjadi erupsi pada pukul 13:12 WIB.

“Tinggi kolom letusan teramati ± 350 m di atas puncak (± 507 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang ke arah timur laut. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung,” tulis PVMBG dalam keterangannya.

Laporan disusun oleh Anggi Nuryo Saputro, A.Md., petugas pos pantau GAK di Pasauran, Kabupaten Serang, Banten, kemudian diunggah ke Magma Indonesia, aplikasi resmi milik Kementrian ESDM.

Masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak mendekati G. Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah aktif.

 

Reporter/Penulis : Daeng Yusvin

Editor : Khari Riyan Jaya

Facebook Comments
Example 120x600