Scroll untuk baca artikel
Banten RayaBeritaKesehatanNewsPendidikanPeristiwaSocial Media

Pemkab Tangerang Larang Masyarakat Konsumsi Ciki Ngebul, ini Bahayanya Makanan Nitrogen Cair

181
×

Pemkab Tangerang Larang Masyarakat Konsumsi Ciki Ngebul, ini Bahayanya Makanan Nitrogen Cair

Sebarkan artikel ini

Dinkes Kabupaten Tangerang meminta orang tua mengawasi anak-anak bahayanya makanan mengandung nitrogen cair

Ilustrasi makanan Ciki Ngebul
Ilustrasi makanan Ciki Ngebul

Triberita.com, Tangerang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mengimbau warga untuk menghindari dan tidak mengonsumsi makanan yang mengandung nitrogen cair (LN2) seperti “Ciki Ngebul” menyusul adanya kasus keracunan di beberapa daerah.

“Warga masyarakat Kabupaten Tangerang agar lebih waspada membeli makanan. Para orang tua agar lebih ketat mengawasi anak-anaknya dalam membeli makanan yang mengandung Ciki Ngebul,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan pada Dinkes Kabupaten Tangerang, dr Faridzi Fikri.

Dia menjelaskan, untuk mengantisipasi ditemukannya kasus keracunan dari dampak makanan mengandung LN2 ini, pihaknya berkoordinasi dengan seluruh fasilitas kesehatan (faskes) di Kabupaten Tangerang baik rumah sakit umum daerah (RSUD) maupun Puskesmas, agar meningkatkan pengawasan melalui penerbitan surat edaran (SE) bernomor 442.5/405/DINKES/2023.

“Antisipasi temuan kasus itu, kami sudah berkoordinasi dengan seluruh Puskesmas agar meningkatkan pengawasan terhadap edaran jajanan-jajanan anak di sekolah yang mengandung LN2,”ujarnya, Minggu (15/1/2023).

Kabid Pelayanan Kesehatan pada Dinkes Kabupaten Tangerang, dr Faridzi Fikri.
Kabid Pelayanan Kesehatan pada Dinkes Kabupaten Tangerang, dr Faridzi Fikri.

Ia mengatakan dalam peningkatan pengawasan dan penerbitan surat edaran ini juga merupakan tindak lanjut dari surat Kementerian Kesehatan RI, SR:01.07/111.5/67/2023 tanggal 3 Januari 2023, perihal kedaruratan medis dalam penggunaan nitrogen cair pada makanan.

“Kita belum melakukan operasi lapangan setelah adanya surat edaran dari Kemenkes, namun kita hanya meningkatkan kewaspadaan saja,”terangnya.

Menurut dr Faridzi Fikri, sejauh ini belum ada laporan kejadian luar biasa akibat keracunan makanan mengandung nitrogen cair di wilayah Kabupaten Tangerang.

“Sampai saat ini belum ada laporan kasus keracunan dari makanan itu, khususnya pada anak belum ada,” tuturnya.

Kendati demikian, seluruh fasilitas pelayanan kesehatan diminta melaporkan apabila terdapat temuan kasus keracunan Ciki Ngebul.

Untuk diketahui, sebelumnya sebanyak 28 kasus keracunan dialami anak-anak di Tasikmalaya dan Kota Bekasi, Jawa Barat. Dari total 28 kasus keracunan itu, 8 pasien bergejala, 19 tanpa gejala, dan sisanya dirujuk ke sejumlah rumah sakit terdekat.

Baca Juga :  Panas Terik, Kapolres Karawang Blusukan ke Rumah Warga Bagikan Sembako

Di Kabupaten Tasikmalaya, ditemukan 24 kasus dengan 7 kasus bergejala, 16 tanpa gejala, dan 1 dirujuk ke rumah sakit. Sementara di Kota Bekasi, empat kejadian dengan 1 pasien bergejala, dan 3 tanpa gejala. Pasien yang keracunan berusia 4 hingga 13 tahun.

 

Penulis : Daeng Yusvin

Facebook Comments
Example 120x600