Scroll untuk baca artikel
KriminalBanten RayaBeritaUang Palsu

Polisi Amankan Ribuan Lembar Uang Palsu dari Pembeli Obat Kuat di Pelabuhan ASDP Merak

248
×

Polisi Amankan Ribuan Lembar Uang Palsu dari Pembeli Obat Kuat di Pelabuhan ASDP Merak

Sebarkan artikel ini

Keduanya akan dijerat dengan pasal 36 ayat 1,2 dan 3 juncto pasal 26 ayat 1,2 dan 3 Undang Undang RI nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang

Kapolres Cilegon AKBP Eko Tjahyo Untoro (kiri) menujukkan barang bukti upal, didamping Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Mochammad Nandar (tengah), dan Kasi Humas Polres Cilegon AKP Sigit Dermawan (kanan). (Foto: Daeng Yusvin)
Kapolres Cilegon AKBP Eko Tjahyo Untoro (kiri) menujukkan barang bukti upal, didamping Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Mochammad Nandar (tengah), dan Kasi Humas Polres Cilegon AKP Sigit Dermawan (kanan). (Foto: Daeng Yusvin)

Triberita.com, Cilegon Banten – Nasib sial dialami oleh tersangka Muhiyi Bin Kalam alias Arianto. Pasalnya, belum sempat menikmati semua uang palsu (upal) yang dibawanya, ia sudah diberengus oleh pihak keamanan.

Dalam keterangan Pers di Polres Cilegon, Selasa (28/2/2023), Kapolres Cilegon AKBP Eko Tjahyo Untoro didamping Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Mochammad Nandar, dan Kasi Humas Polres Cilegon AKP Sigit Dermawan, mengatakan,

“Akibatnya, karena kepemilikian sebanyak 6.600 lembar Uang Palsu (upal) itu, Muhiyi dan satu tersangka lainnya, yakni bernama Hudri alias Agus alias Gugun, keduanya akan dijerat dengan pasal 36 ayat 1,2 dan 3 juncto pasal 26 ayat 1,2 dan 3 Undang Undang RI nomor 7 tahun 2011 tentang Mata Uang, dengan ancaman pidana kurungan penjara maksimal 15 tahun dan denda paling banyak Rp15 miliar,” ujar Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Mochammad Nandar.

Menurut Kapolres Cilegon, awalnya tersangka Muhiyi pada hari Minggu (22/2/2023) lalu, sekitar pukul 18.30 WIB, diamankan disekitar dermaga 7 Pelabuhan ASDP Merak, oleh anggota Lanal Merak, Banten, Kopkassus Hendri.

Ketika itu, tersangka Muhiyi membeli obat atau pelumas obat kuat, namun pedagangnya merasa curiga dengan uang itu yang diduga uang palsu.

Selanjutnya, pedagang obat kuat itu melaporkan kecurigaannya kepada Kopkassus Hendri. Dan ketika dilakukan pemeriksaan, benar saja didalam tas yang dibawa oleh tersangka, ditemukan plastik warna hitam  berisikan ribuan lembar uang palsu dari berbagai macam pecahan rupiah dan mata uang asing.

“Pada saat itu, didalam tas yang dibawa oleh Muhiyi, ditemukan ribuan lembar upal oleh Kopkassus Hendri,”  kata Kapolres Cilegon AKBP Eko Tjahyo Untoro.

Lanjut Kapolres, selanjutnya kasus temuan upal itu diserahkan ke Polres Cilegon. Dari pengembangan, kita berhasil menangkap tersangka lainnya, yakni bernama Hudri alias Agus alias Gugun.

Baca Juga :  Warga Cilegon Ringkus dan Serahkan Pemuda Pemilik 5 Gram Tembakau Gorila ke Kantor Polisi

Hudri alias Agus alias Gungun merupakan penyuplai uang palsu ke Muhiyi. Hudri diamankan di kontrakannya di Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

“Dari tangan tersangka Hudri, selain upal, kita juga mendapatkan barang bukti berupa laptop, mesin printer dan lain-lain,” terang Kapolres.

Tak cukup sampai di situ, dikatakan Kapolres Cilegon, anggotanya terus melakukan pendalaman hingga akhirnya mengarah kepada TJ sebagai pencetak uang palsu yang sayangnya pada saat penangkapan berhasil melarikan diri.

“Terhadap tersangka TJ, kita sudah terbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO). Adapun didalam kontrakan Hudri alias Agus alias Gugun di Bogor, ditemukan uang rupiah palsu, ratusan dollar palsu, euro palsu, dan mata uang lainnya yang masih kita dalami,” sambung Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Mochammad Nandar.

Facebook Comments
Example 120x600