Scroll untuk baca artikel
Banten RayaPeristiwa

Polres Serang Banten Selidiki Kematian Sopir Truk Fuso di Jalan tol Tangerang-Merak KM 52

321
×

Polres Serang Banten Selidiki Kematian Sopir Truk Fuso di Jalan tol Tangerang-Merak KM 52

Sebarkan artikel ini
Petugas Polres Serang Polda Banten bersama Ari Wibowo berbaju kaos warna kuning, saksi dan pelapor. di lokasi truk Fuso No Pol BE 8945 UQ, tempat sopir ditemukan sudah tidak bernyawa, (Foto: HumasResSrg)

Triberita.com | Serang Banten – Seorang sopir truk Fuso dengan nomor polisi atau nopol BE 8945 UQ, dilaporkan meninggal dunia dengan posisi menggantung di pintu sebelah kiri kendaraannya, dengan leher terjerat kain sarung.

Kejadian itu dilaporkan oleh Ari Wibowo (24), terjadi pada Selasa (12/3/2024) sore kemarin. Adapun lokasi kejadian, berada di bahu jalan tol Tangerang-Merak KM 52, Desa Julang, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.

Dalam laporannya, Ari Wibowo yang mengaku sebagai kondektur, mengatakan bahwa korban Muhammad Nurhapif (24), merupakan warga Pringsewu, Bandar Lampung, dan korban adalah sopirnya.

Pihak kepolisian yang menerima laporan, selanjutnya mendatangi lokasi kejadian. Dan uuntuk proses penyelidikan, jasad korban dibawa ke RS Bhayangkara Banten di Jln Raya Serang – Pandeglang Km 2, Cipare, Kecamatan Serang, Kota Serang, Provinsi Banten.

Terkait kasus tersebut, Kasatreskrim Polres Serang AKP Andi Kurniady Eka Setyabudi saat dikonfirmasi menjelaskan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh Ari Wibowo (24) kondektur yang mendampingi korban. Sebelumnya, truk Fuso yang dikemudikan korban, berjalan dari arah Tangerang.

“Dari keterangan kondektur, rencananya keduanya akan beristirahat di rest area Km 68 Bogeg Serang, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Lampung,” ujar AKP Andi Kurniady Eka Setyabudi, Selasa (12/3/2024) malam.

Namun entah kenapa, menurut pengakuan saksi, setiba di lokasi kejadian tepatnya di tol Tangerang-Merak KM 52, korban menghentikan kendaraan di bahu jalan.

Andi menambahkan, sesuai keterangan saksi, korban kemudian meminta saksi yang merupakan kondektur atau kernetnya untuk bergantian posisi tempat duduk.

“Sekitar 30 menit setelah bergantian posisi duduk, dan ketika kondektur berada di dalam mobil, sementara sopir melakukan aktifitas di luar mobil, lalu naik mobil ke sambil main hp diduga tengah bermain judi online jenis slot,” terangnya.

Baca Juga :  5 Tahun Raup Keuntungan Rp 723 Juta, Polres Serang Banten Ungkap Pengoplos Beras

Lanjut Andi menerangkan, masih menurut saksi, sekitar 15 menit kemudian korban tidak diketahui keberadaannya oleh saksi Ari Wibowo.

Sehingga kemudian, saksi mengaku berinisiatif untuk mengecek keberadaan supirnya. “Ketika ditemukan oleh saksi, posisi sopir sudah tergantung menggunakan sarung yang dililit ke jok,” terang Andi menirukan keterangan saksi.

“Mengetahui sopirnya sudah tidak bernyawa, saksi mengatakan meminta pertolongan dan menghubungi pihak kepolisian,” sambung Andi.

Dikatakan Andi, setelah korban dibawa ke RS Bhayangkara Banten, dan dari hasil pemeriksaan oleh pihak RS bhayangkara tidak ditemukan tanda-tanda ada kekerasan,” ujar Kasatreskrim Polres Serang AKP Andi Kurniady Eka Setyabudi.

Facebook Comments