Scroll untuk baca artikel
BeritaPendidikan

Sebagai Agent Of Change, Ibu-ibu Desa Bayur Kidul Karawang dapat Edukasi Stunting

75
×

Sebagai Agent Of Change, Ibu-ibu Desa Bayur Kidul Karawang dapat Edukasi Stunting

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi stunting (foto: Instagram @1000daysfund)
Ilustrasi stunting (foto: Instagram @1000daysfund)

Triberita.com | Karawang – Stunting menjadi program prioritas pemerintah hingga saat ini. Menurut Kementerian kesehatan melalui hasil Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) menjelaskan bahwa angka prevalensi stunting di Indonesia tahun 2021 sebesar 24,4 %. Kini pemerintah menetapkan target penurunan stunting sebesar 14 % di tahun 2024.

Kabupaten Karawang menjadi salah satu dari 100 kabupaten prioritas di Jawa Barat dalam penanggulangan stunting. Program Indonesia sehat dengan pendekatan keluarga menjadi salah satu cara yang dilakukan oleh Pemerintah dalam penanganan masalah stunting di Indonesia.

Dosen Pendamping KKN Desa Bayur Kidul, Nasiatul Aisyah Salim menyampaikan, bahwa dari Puskesmas Desa Bayur Kidul Kecamatan Cilamaya Kulon Karawang ini tercatat jumlah stunting per September tahun 2023 sebanyak 6 orang.

“Saat ini mengalami penurunan dibandingkan tahun 2022 sebanyak 11 orang. Meski jumlah stunting mengalami penurunan di Desa Bayur Kidul, namun perlu dilakukan kampanye isu stunting secara komprehensif dan massif melalui komunikasi dan sosialisasi kepada keluarga terutama kaum perempuan,” ucap Nasiatul Aisyah Salim.

Nasiatul Aisyah Salim, menyampaikan kami dari Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Singaperbangsa Karawang telah melakukan edukasi stunting untuk para ibu sebagai agent of change di Desa Bayur Kidul, Kecamatan Cilamaya Kulon, Karawang. Edukasi stunting ini dihadiri oleh 40 orang ibu dari Desa Bayur Kidul, Kecamatan Cilamaya Kulon Karawang.

Kegiatan ini juga dihadiri Ketua TP PKK Desa Bayur Kidul, Emi Sutisna, sedangkan edukasi stunting diberikan Dr. Rini Harianti dan Nasiatul Aisyah Salim.

Nasiatul menjelaskan, kegiatan pengabdian pada masyarakat ini merupakan hasil dari penelitian dosen dengan pendanaan dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Singaperbangsa Karawang.
Salah satu cara mencegah stunting, kata dia, melalui penyuluhan gizi pada ibu.

Baca Juga :  KKN Mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang di Desa Pejaten Sosialisasikan Program Stunting

“Kami berharap semoga warga Desa Bayur Kidul Ibu-ibunya bisa selalu berinteraksi dengan anak, memiliki kedekatan dengan anak serta penguasaan komunikasi yang tidak diragukan lagi. Selain itu juga dapat berperan sebagai pembawa pesan yang kuat di luar,” pungkasnya

Facebook Comments
Example 120x600