Scroll untuk baca artikel
Banten RayaBencana Alam

BMKG Prediksi Tsunami Besar di Sebagian Wilayah Jawa dan Sumatera

655
×

BMKG Prediksi Tsunami Besar di Sebagian Wilayah Jawa dan Sumatera

Sebarkan artikel ini
Kondisi puing-puing bangunan setelah tsunami menerjang kawasan Anyer, Provinsi Banten, pada Minggu (23/12/2018). Tsunami menerjang pantai di Selat Sunda, khususnya di daerah Kabupaten Pandenglang, Lampung Selatan, dan Kabupaten Serang. (Foto : Daeng Yusvin/dok 2018)

Triberita.com | Serang Banten – Banten merupakan daerah penyangga sekaligus penghubung antara Laut Jawa dan Selat Sunda.

Makanya Belanda saat itu, mati-matian menguasai Pelabuhan Sunda Kelapa di daerah Jakarta, padahal pelabuhan terbesar justru di Banten, karena melalui Pelabuhan Sunda Kelapa inilah, Banten yang daerah penyangga Laut Jawa dan Selat Sunda ini, bisa dikuasai dan diisolasi.

Masyarakat Indonesia, terutama Masyarakat yang tinggal di pesisir pantai Provinsi Banten, akhir-akhir ini sedang waspada gempa Megathrust yang diprediksi akan mengguncang sebagian wilayah NKRI.

Kekhawatiran dan kecemasan warga masyarakat pesisir di Banten ini semakin terasa, setelah kabar gempa Megathrust Nankai telah terjadi di Jepang pada pekan lalu, dan mengingat wilayah tersebut merupakan salah satu zona Megathrust yang rawan mengalami gempa dan tsunami.

Warga di pesisir pantai Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak, yang sebagian besar masih trauma dengan kejadian tsunami tahun 2018 lalu, sehingga mulai lebih waspada dan mempersiapkan diri.

Peristiwa bencana tsunami melanda wilayah Anyer Banten tahun 2018 lalu.(Foto: I)aeng Yusvin/doc 2018)

Mereka secara aktif mempelajari jalur-jalur evakuasi, serta langkah-langkah penyelamatan diri jika bencana benar-benar terjadi.

Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono, beberapa waktu lalu, juga telah mengungkapkan peringatannya mengenai gempa Megathrust.

“Rilis gempa di kedua segmen Megathrust ini boleh dikata tinggal menunggu waktu, karena kedua wilayah tersebut sudah ratusan tahun belum terjadi gempa besar,” ungkap Daryono.

Indonesia pun berada dalam 13 kepungan zona Megathrust. Menurut Daryono, terdapat 2 segmen Megathrust yang perlu diwaspadai, Seismic Gap Megathrust Selat Sunda dan Megathrust Mentawai-Suberut.

Menurut Daryono, terdapat 2 segmen Megathrust yang perlu diwaspadai, Seismic Gap Megathrust Selat Sunda dan Megathrust Mentawai-Suberut.

Baca Juga :  Semeru Diterjang Banjir Lahar Dingin, 1 Keluarga Meninggal, 493 Warga Mengungsi

Terdapat penelitian yang berjudul On The Potential for Megathrust Earthquake and Tsunamis Off The Southern Coast of West Java and Southeast Sumatra, Indonesia, yang mengungkap bahwa Indonesia akan mengalami tsunami besar.

Penelitian yang ditulis Supendi, dkk (2022) itu, menjelaskan tentang dampak gempa Megathrust di Indonesia. Terdapat dua wilayah yang jadi perhatian serius, yaitu Jawa Barat dan Sumatera.

Observor Geofisika di BMKG Bandung itu menyebut, tingkat kegempaan yang tinggi di Jawa Barat dan Sumatera terjadi karena adanya pertemuan lempeng Indo-Australia dan subduksi di bawah Lempeng Sunda.

Peristiwa bencana alam Megathrust kemungkinan besar menimbulkan bahaya gempa bumi dan tsunami besar bagi masyarakat sekitar zona Megathrust.

Menurut penelitian tersebut, prediksi terjadinya ketinggian tsunami saat guncangan gempa Megathrust, akan melambung tinggi maksimal hingga 34 meter.

Ketinggian ombak itu diperkirakan terjadi di pesisir pantai bagian paling barat dari Sumatera, dan di pantai bagian selatan Pulau Jawa yang dekat dengan Ujung Kulon Peninsula.

Prediksi tersebut, terbentuk karena salah satunya terdapat survei lapangan yang telah diamati ketika melakukan observasi ulang ketinggian tsunami pada gempa bumi Sumatera pada 2004 silam.

Gempa bumi yang terjadi di Sumatera pada saat itu, berkekuatan magnitudo 9,1 dengan ketinggian ombak tsunami 20-30 meter di Sumatra bagian utara.

Oleh karenanya, di gempa Megathrust ini, tidak menutup kemungkinan ketinggian ombak tsunami di pesisir Sumatra, bisa mencapai lebih dari 30 meter.

Facebook Comments