Scroll untuk baca artikel
Banten Raya

Gempa Garut 6,5 M, BPBD Banten: Tidak Ada Kerusakan di Banten

296
×

Gempa Garut 6,5 M, BPBD Banten: Tidak Ada Kerusakan di Banten

Sebarkan artikel ini

Triberita.com | Serang Banten – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten memastikan tidak ada kerusakan akibat gempa berkekuatan 6,5 magnitudo (M) yang terjadi pada, Sabtu (27/4/2024) malam pukul 23.29 WIB, mengguncang wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Seperti diketahui, gempa yang terjadi pada 23:29:47 WIB, itu berpusat di Lok:8.42 LS, 107.26 BT atau 151 km Barat Daya Kabupaten Garut Jawa Barat, dengan kedalaman 10 Kilometer.

Gempa itu terasa di beberapa daerah sekitar, bahkan hingga Provinsi Banten.

Kepala BPBD Banten, Nana Suryana mengatakan, pasca gempa itu pihaknya langsung menyiagakan relawan BPBD yang tersebar di seluruh daerah se-Banten untuk memonitoring dampak gempa di daerah masing-masing.

“Sampai saat ini, belum ada laporan yang terdampak, meskipun getaran gempa tersebut dirasakan di Banten,” ujar Nana, Minggu (28/4/2024).

Walaupun begitu, Nana mengimbau kepada warga Banten selalu siaga jika terjadi gempa bumi. Hal itu mengingat Banten masuk ke dalam wilayah Ring Of Fire atau cincin api sehingga kerap terjadi gempa bumi.

“Tetap waspada karena Banten merupakan episentrum gempa (Sumur dan Bayah) dan selalu berdoa agar terhindar dari bencana. Mari kita doakan agar saudara kita yang terkena musibah gempa di Garut khususnya diberikan ketabahan. Aamiin,” imbuhnya.

Muhimat Dwi Putra, warga Kecamatan Kalanganyar, Kabupaten Lebak, mengaku merasakan guncangan gempa itu.

“Kerasa kencang banget gempanya, sampai kaget,” ujarnya.

Dia dan keluarganya berlari ke luar rumah untuk menyelamatkan diri khawatir akan terjadinya gempa susulan.”Semoga semua baik-baik saja,” ungkapnya.

Terpisah, Sekretaris BPBD-PK Pandeglang, Nana Mulyana mengatakan bahwa terkait gempa bumi yang berpusat di wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat, dengan kekuatan magnitudo 6,5, mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu tetap tenang dan waspada dari setiap potensi bencana yang ada.

Baca Juga :  10 Bakal Calon DPD RI Sambangi KPU Provinsi Banten, Lakukan Vermin Perbaikan

Sementara Kepala Stasiun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tangerang Suwardi, menyampaikan bahwa gempa yang terasa di wilayah Kabupaten Pandeglang tak ada kaitannya dengan gempa yang terjadi di wilayah Garut Jawa Barat.

Suwardi menjelaskan, gempa yang dirasakan di wilayah Kabupaten Pandeglang tidak berkaitan dengan gempa yang terjadi di Garut, Jawa Barat.

“Oh iya, kalau itu tidak ada kaitannya dengan gempa di Garut. Karena itu beda gempa di Pandeglang terjadi di Sumur,” jelasnya.

Menurutnya, gempa bumi yang terjadi di wilayah Sumur, Pandeglang, Banten, dipicu oleh pergerakan pertemuan dua lempeng Indo-Australia.

“Itu karena pergerakan dua lempeng yang bertemu di wilayah tersebut menyebabkan seringnya gempa bumi. Kemungkinan terjadi gempa susulan, tetapi tsunami tidak,” ujarnya.

Untuk diketahui, Pusat Pengendalian dan Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (Pusdalops BNPB) melaporkan sebanyak 110 unit rumah rusak dan 75 kepala keluarga (KK) terdampak usai gempa berkekuatan magnitudo 6,2 melanda wilayah Kabupaten Garut Jawa Barat.

“Hingga hari ini pukul 14.00 WIB, total rumah yang terdampak mencapai 110 unit dari yang sebelumnya hanya 27 unit,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam rilis yang disiarkan oleh BNPB di Jakarta, Minggu (28/4/2024).

Pihaknya meminta masyarakat untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa, serta memeriksa dan memastikan kondisi bangunan tempat tinggal masing-masing cukup tahan gempa dan tidak ada terpengaruh kestabilannya.

Facebook Comments