Triberita.com | Serang Banten – Aktivitas truk pengangkut pasir basah yang kembali marak melintas dan parkir disepanjang bahu di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Kota Cilegon, Provinsi Banten, kembali dikeluhkan warga.
Keluhan disampaikan oleh warga Kampung Larangan, Kelurahan Harjatani, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.
Warga mengeluhkan keberadaan angkutan truk pasir basah yang sangat membahayakan. Saat panas, jalan jadi berdebu dan sangat membahayakan keselamatan warga pengendara yang melintas di JLS.
Selain itu, banyaknya truk pengangkut pasir basah, juga mengakibatkan jalan becek dan berlumpur, dan sangat mengganggu pengguna jalan dan warga pemilik rumah di sepanjang ruas jalan tersebut.
Warga juga menyebut, truk angkutan pasir basah berasal dari lokasi galian C yang berada di sepanjang JLS atau masuk dalam wilayah Perintah Kotta Cilegon dan Pemerintah Kabupaten Serang.
“Kami minta Walikota Cilegon dan Bupati Serang menindak tegas keberadaan truk pasir basah dan para pemilik galian pasir yang menjual pasir dalam keadaan basah,” ujar Topik, warga Kampung Larangan RT 04/RW 02, Kelurahan Harjatani, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Rabu (17/4/2024).
Hal senada juga dikatakan Hamid warga lainnya. Ia mengaku tidak nyaman dengan kondisi jalan becek dan berlumpur akibat banyaknya angkutan truk pasir basah di ruas JLS yang beroperasi selama 24 jam.
“Rumah saya di Pondok Cilegon Indah. Saya sebelum berangkat kerja, tiap hari melintasi ruas jalan JLS, karena saya harus mengantarkan anak sekolah di SD Negeri Harjatani. Saya merasa tidak nyaman kondisi dengan jalan yang becek dan berlumpur. Apalagi jika ada mobil pengangkut pasir yang mengalami kerusakan di jalan, tetesan air kotor bercampur lumpur dan bau dari bak mobil mengotori jalan,” katanya.
Hamid menambahkan, kecelakaan sering dialami pengendara sepeda motor akibat jalan yang licin, juga sering terjadi. Bahkan, pengendaranya hingga tewas.
“Jalan berlumpur, licin, becek ditambah banyak truk pasir basah telah menyebabkan banyak kecelakaan lalu lintas di JLS. Keberadaan truk pasir basah, juga penyebab utama kerusakan ruas jalan di JLS,” keluh Hamid.
















