Triberita.com | Subang – Bencana longsor terjadi di Desa Pasanggrahan di Kecamatan Kasomalang Kabupaten Subang Jawa Barat, pada 7 Januari 2024 lalu tepat lokasi di mata Air Cipondok salah satu sumber air milik PDAM Tirta Rangga Kabupaten Subang, dan juga sumber air dari PT Tirta Investama Aqua Kabupaten Subang.
Saat ini sumber air milik PDAM tersebut sudah tidak bisa digunakan, karena terkubur oleh lumpur, tanah dan bebatuan material longsor, Selasa (9/1/2024).
Dampak kejadian tersebut, 10 ribu pelanggan PDAM harus menerima nasib tidak bisa mandi selama sebulan. Jika dilihat kerusakan yang saat ini terjadi dan mesin alat berat tidak bisa masuk kedalam area lokasi bencana.
PJ Bupati Subang Dr. Imran megaku prihatin terhadap kejadian ini, karena bukan kesalahan manusia, tetapi faktor alam yang tidak bisa diprediksi. Dirinya meminta PDAM segera menyelesaika kerusakan yang terjadi.
“Ya, untuk pelayanan PDAM, tadi pak direktur minta waktu seminggu untuk selesaikan kerusakan, tetapi saya meminta 3 hari harus selesai diperbaiki agar pelayanan air bersih untuk masyarakat bisa Kembali normal,” kata Dr Imran.
Ditempat terpisah Direktur Teknik Umum Perumda Tirta Rangga Kabupaten Subang, Nindya Nazara, SE mengatakan, akan segera melakukan perbaikan pelayanan pasca longsor.
“Kami sudah mendapatkan arahan dari Pj Gubenur dan Pj Bupati, pada prinsipnya akan menanggulangi bencana ini, akan membuat tangkapan air dimata air 1 Aqua, dan kemudian kita salurkan menggunakan pipa air 200 mm sampai kearah jembatan,” kata Nandya.
Dengan pemasangan tersebut, lanjut Nandya, diharapkan bisa menampung air yang bisa menyalurkan air untuk 3 Kecamatan yang terdampak, yaitu Kasomalang Cisalak dan Jalan Cagak.
“Kami harapkan 10 ribu warga pelanggan bisa kembali dilayani dalam waktu 3 hari kerja,” ucapnya.
Nandya menambahkan, dalam kekosongan waktu itu, pihak Perumda Tirta Rangga akan menyuplai 6 air tangka setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan air disaat proses perkerjaan perbaikan sumber air selesai.

















