Scroll untuk baca artikel
Banten RayaBerita

38 Penumpang KMP Tunu Pratama Jaya Belum Ditemukan, Shelvy Arifin: Minta Pengguna Jasa Penyeberangan Tetap Tenang

292
×

38 Penumpang KMP Tunu Pratama Jaya Belum Ditemukan, Shelvy Arifin: Minta Pengguna Jasa Penyeberangan Tetap Tenang

Sebarkan artikel ini
KMP Tunu Pratama Jaya yang dikabarkan hilang tenggelam di Selat Bali, pada hari Rabu malam tanggal 2 Juli 2025. (Foto : tangkap layar)

Triberita.com | Jakarta – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengerahkan sembilan unit kapal SAR untuk mencari puluhan korban hilang dalam musibah tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali, pada Rabu (2/7) malam.

Kapal feri yang membawa 53 orang penumpang, 12 kru kapal, dan 22 unit kendaraan itu, sebelumnya bertolak dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali, dan dilaporkan tenggelam, pada pukul 23.35 WIB, hanya sekitar 40 menit setelah keberangkatan.

Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit mengatakan, bahwa operasi pencarian dilakukan bersama tim petugas gabungan Basarnas, TNI/Polri dan potensi SAR laut lainnya dengan mengerahkan sembilan unit kapal.

Basarnas mengkonfirmasi, hingga pukul 08.00 WIB tadi, tercatat 23 orang penumpang ditemukan selamat dan empat orang meninggal dunia. Seluruh korban yang berhasil dievakuasi, langsung dibawa ke rumah sakit terdekat.

“Korban selamat, sebagian naik sekoci dan sebagian lagi dibantu kapal lain yang melintas. Saat ini, kondisi di lokasi kejadian cukup kondusif meski gelombang laut masih cukup tinggi,” ujar Nanang di Jakarta, Kamis (3/7/2025).

Menurut Nanang, korban selamat ditangani tim SAR gabungan bersama pihak ASDP di Pelabuhan Gilimanuk. Sementara upaya pencarian terhadap 38 orang lainnya yang masih dinyatakan hilang, masih terus dilanjutkan dengan memperluas area pencarian.

“Jika hari ini belum ditemukan, maka pencarian akan diperluas lagi sesuai rencana operasi. Cuaca saat ini, cukup baik untuk mendukung pencarian,” terangnya.

Pencarian dilakukan tim gabungan dari Basarnas, Syahbandar Banyuwangi, Polairud Banyuwangi, Lanal Banyuwangi, TNI AL Gilimanuk, KP3 Banyuwangi, BPBD Banyuwangi, BMKG Banyuwangi, BKK Banyuwangi, serta Tagana Banyuwangi.

Ia mengatakan, dari data manifest, KMP Tunu Pratama Jaya yang dilaporkan tenggelam pada pukul 23.35 WIB, kurang lebih 40 menit setelah berlayar dari Pelabuhan Ketapang pukul 22.56 WIB, membawa 53 orang penumpang, 12 kru kapal, dan 22 unit kendaraan.

Baca Juga :  Libur Panjang Isra Miraj dan Imlek 2025, ASDP Catat Kenaikan Trafik Signifikan di Lintasan Tersibuk Sumatera-Jawa-Bali

Nanang menambahkan, Basarnas juga telah memberikan rekomendasi kepada pihak ASDP Ketapang-Gilimanuk untuk meningkatkan kewaspadaan dan memaksimalkan keselamatan pelayaran di lintasan penyeberangan tersebut.

Dihubungi Triberita.com, Kamis siang, Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry Shelvy Arifin mengatakan, insiden kapal tenggelam pertama kali terpantau pada pukul 23.20 WIB.

Saat itu, KMP Tunu Pratama Jaya mengalami gangguan mesin. Mereka menyampaikan permintaan bantuan melalui saluran komunikasi radio.

Kapal berpenupang 65 orang itu, <em>blackout</em> (mati listrik) pada 23.35 WIB. Tidak lama berselang, kapal terbalik dan hanyut ke arah selatan. Posisi terakhirnya tercatat pada koordinat -08°09.371′, 114°25.1569′.

Penanganan tanggap darurat dan proses evakuasi, dipimpin langsung oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Wangi dan Basarnas, pihak lainnya.

Shelvy mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jasa penyeberangan di lintas Ketapang-Gilimanuk, untuk tetap tenang, waspada terhadap kondisi cuaca, dan mengikuti arahan resmi dari otoritas pelabuhan.

Facebook Comments