Scroll untuk baca artikel
Banten RayaBerita

Bentuk Satgas Penanganan Banjir, Pemkot Cilegon akan Hentikan Sementara Galian Tambang di Empat Kecamatan

212
×

Bentuk Satgas Penanganan Banjir, Pemkot Cilegon akan Hentikan Sementara Galian Tambang di Empat Kecamatan

Sebarkan artikel ini
Plt Sekretaris Daerah Kota Cilegon, Provinsi Banten, Ahmad Aziz Setia Ade Putra saat rapat pembentukan Satgas Penanganan Banjir Kota Cilegon, di Command Center 112, pada hari Senin tanggal 12 Januari 2026. (Foto : Daeng Yusvin)

Triberita.com | Cilegon Banten – Plt Sekretaris Daerah Kota Cilegon, Provinsi Banten, Ahmad Aziz Setia Ade Putra menyampaikan, jika Pemerintah Kota Cilegon tengah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menangani persoalan banjir yang kerap terjadi di sejumlah wilayah.

Salah satu upaya tersebut, yaitu dengan membentuk Satgas Penanganan Banjir Kota Cilegon yang melibatkan seluruh stakeholder terkait.

“Hari ini, kita lakukan pembentukan Satgas Penanganan Banjir Kota Cilegon, mengingat kejadian banjir yang terjadi cukup luar biasa dan terus berulang di sejumlah wilayah,” ujarnya usai memimpin rapat di Command Center 112, Senin (12/1/2026).

Aziz menambahkan, jika pembentukan satgas tersebut, merupakan hasil usulan dari berbagai pihak, termasuk Aliansi Masyarakat Korban Banjir, DPRD Kota Cilegon serta stakeholder yang berperan dalam penanganan banjir.

“Satgas ini, kita bentuk sesuai dengan usulan dari Aliansi Masyarakat Korban Banjir, DPRD Kota Cilegon dan stakeholder yang memiliki peran dalam penanganan banjir,” ungkapnya.

Selain pembentukan satgas, Aziz juga menyampaikan, bahwa Pemerintah Kota Cilegon akan melayangkan surat permohonan kepada Gubernur Banten terkait moratorium perizinan aktivitas galian pertambangan di wilayah Kota Cilegon.

Seiring dengan itu, Aziz menyampaikan, pihaknya akan melakukan penghentian sementara aktivitas galian pertambangan khususnya di empat kecamatan, yakni Kecamatan Cibeber, Cilegon, Citangkil dan Ciwandan.

“Hari ini, kita juga akan layangkan surat permohonan ke Gubernur tentang moratorium perizinan galian pertambangan di Kota Cilegon, dan kami juga akan menyampaikan surat penghentian sementara aktivitas galian pertambangan yang ada di 4 kecamatan mulai dari Kecamatan Cibeber, Kecamatan Cilogon, Citangkil dan Ciwandan,” tegasnya.

Sebagai langkah lanjutan dalam menangani banjir dan upaya pemulihan lingkungan, Aziz menyebutkan, jika pada Kamis mendatang Pemerintah Kota Cilegon akan mulai melakukan gerakan penanaman sejuta pohon yang akan dilakukan di seluruh kecamatan Kota Cilegon khusunya di empat kecamatan yaitu Cibeber, Cilegon, Citangkil dan Ciwandan.

Baca Juga :  Janjian Tawuran Lewat Medsos, Polres Cilegon Banten Ringkus Ramaja 14 Tahun Bersenjata Celurit

“Kamis mendatang juga kita akan memulai gerakan penanaman sejuta pohon di masing-masing kecamatan, utamanya kecamatan Cibeber, Cilegon, Citangkil dan Ciwandan. Hal tersebut kami lakukan sebagai upaya kita untuk memulihkan lingkungan,” ungkapnya.

Aziz juga menegaskan, Pemerintah Kota Cilegon akan menginstruksikan sejumlah perusahaan atau industri untuk memperlebar dimensi saluran air di kawasan industrinya serta melakukan normalisasi drainase guna mengurangi risiko terjadinya banjir.

“Saya juga menghimbau, kepada seluruh industri agar saluran-saluran yang ada di lingkungan industri tersebut dimensinya diperlebar dan dilakukan normalisasi guna mengurangi resiko banjir,” terangnya.

Penulis : Daeng Yusvin

Facebook Comments