Meski demikian, Chico mengakui bahwa ada beberapa hal di lapangan yang memengaruhi strateginya. Sama seperti Jonatan dan sejumlah pemain dunia lainnya, laju shuttlecock sangat cepat dan cukup sulit untuk dikontrol dengan baik.
“Saya merasakan juga (laju shuttlecock yang kencang), tapi saya mencoba untuk tenang dan mengontrol dan akhirnya bisa menjalankan pertandingan dengan baik,” ujar Chico.
Lebih lanjut, Chico pun merasa senang dan termotivasi karena mampu berpartisipasi untuk memperkuat skuad putra Indonesia pada ajang beregu dunia ini.
“Saya senang bisa kembali ke tim Thomas, tapi ini juga merupakan tanggung jawab yang besar buat saya. Dan ini saya jadikan motivasi untuk menampilkan yang terbaik nanti,” kata pebulu tangkis asal Jayapura itu.
“(Jika saya ditunjuk lagi sebagai tunggal putra ketiga Indonesia) Saya jadikan motivasi untuk besok dan seterusnya agar bisa lebih semangat dan tampil lebih baik,” ujarnya menambahkan.

















