Scroll untuk baca artikel
Banten RayaBerita

Diduga Tercemar Limbah Semua Ikan di Situ Rawa Arum Cilegon Mati, Sample Air Diperiksa Labaratorium

238
×

Diduga Tercemar Limbah Semua Ikan di Situ Rawa Arum Cilegon Mati, Sample Air Diperiksa Labaratorium

Sebarkan artikel ini

Sampel air Situ Rawa Arum untuk dibawa dan dilakukan pemeriksaan ke laboratorium di Kabupaten Bogor, Jawa Barat

Berbagai jenis ikan tawar di Situ Rawa Arum Cilegon, Banten, diantaranya ikan nila, ikan mas, gabus hingga sapu-sapu dengan berbagai ukuran, mati diduga tercemar limbah. (Foto: Daeng Yusvin)
Berbagai jenis ikan tawar di Situ Rawa Arum Cilegon, Banten, diantaranya ikan nila, ikan mas, gabus hingga sapu-sapu dengan berbagai ukuran, mati diduga tercemar limbah. (Foto: Daeng Yusvin)

Triberita.com, Cilegon Banten – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon, mengambil sampel air Situ Rawa Arum untuk dibawa dan dilakukan pemeriksaan ke laboratorium di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Pengambilan sampel air itu untuk mengetahui kandungan air di Rawa Arum, dan sampel air dari Situ Rawa Arum dibawa ke laboratorium guna menyelidiki penyebab kematian massal ikan di situ Rawa Arum yang lokasinya berada di Linkungan Tegalwangi, Kelurahan Rawaarum, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Provinsi Banten.

Sebelumnya, pada Minggu (2/7/2023), ribuan ekor ikan berbagai jenis di Situ Rawa Arum Cilegon Banten, mendadak mati hingga mengeluarkan bau busuk yang mengganggu udara sekitarnya. Diduga kematian ribuan ikan di Rawa Arum, karena tercemar zat beracun.

Ribuan ikan yang mati terdiri atas berbagai jenis ikan tawar seperti nila, ikan mas, gabus hingga sapu-sapu dengan berbagai ukuran.

Menyikapi fenomena itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon menerjunkan tim untuk menelusuri penyebab kematian ikan tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon, Sabri Mahyudin menjelaskan, sampel air Situ Rawa Arum diperiksa di labolatorium milik PT SysLab.

“Sampel air diambil dari tiga saluran yang terhubung dengan Situ Rawa Arum. Hasil sampling dari beberapa titik dilokasi, hasil ph di lefel 6 – 7, atau normal,” ujar, Sabri.

Untuk memastikan penyebab semua jenis ikan di Situ Rawa Arum mati mendadak, DLH Kota Cilegon mengambil sample air untuk dilakukan pemeriksaan di Laboratorium di Bogor, Jawa Barat. (Foto: Daeng Yusvin)
Untuk memastikan penyebab semua jenis ikan di Situ Rawa Arum mati mendadak, DLH Kota Cilegon mengambil sample air untuk dilakukan pemeriksaan di Laboratorium di Bogor, Jawa Barat. (Foto: Daeng Yusvin)

Adalun uji lab akan berlangsung sekitar selama 10 hingga 15 hari. Hasil lab itu menjadi salah satu indikator bagi DLH dalam mengambil kesimpulan soal kematian ikan-ikan di situ tersebut.

“Nanti kita lihat hasil lab itu, apakah sumbernya dari PT Meisha, apakah dari pembuangan dari pool kendaraan, apakah ini dari masyarakat, atau dari sisa-sisa umpan dari pemancing,” papar, Sabri.

Baca Juga :  Presiden Kunjungi Pasar Blok F Cilegon, Pedagang Bilang Gini ke Jokowi saat Dibagikan Bansos

Sebelumnya, Sabri menjelaskan, tim dari DLH sudah melakukan pengujian sample air Situ Rawa Arum. Namun, belum ditemukan indikasi pencemaran di Situ Rawa Arum.

“Belum bisa dipastikan itu tercemar limbah atau tidak, tapi kalau dilihat PH-nya normal,” ujar, Sabri.

Pengelola Situ Rawa Arum, Husen Saidan mengatakan, ikan-ikan ditemukan mati sudah tiga hari terakhir, dan mengaku belum tahu apa penyebab dari kematian ikan-ikan tersebut.

Husen menduga, kematian ikan-ikan lantaran penggunaan pakan buatan berlebih yang dilakukan oleh para pemancing, sehingga membuat ikan-ikan di lokasi tersebut mabuk dan mati.

“Faktornya bisa jadi dengan cara-cara yang enggak bener, yang akhirnya membuat ikan mati,” ujarnya. Pada Jumat (7/7/2023).

Air Situ Rawa Arum yang biasanya berwarna bening, kini berubah menjadi keruh pekat. Bau amis juga tercium dari situ tersebut.

 

Facebook Comments