Scroll untuk baca artikel
Banten RayaBerita

Diduga Terima Ancaman Bom, Pesawat Rombongan Jamaah Haji Asal Pandeglang Banten Mendarat Darurat di Bandara Kualanamu

271
×

Diduga Terima Ancaman Bom, Pesawat Rombongan Jamaah Haji Asal Pandeglang Banten Mendarat Darurat di Bandara Kualanamu

Sebarkan artikel ini
Pesawat Saudia Airlines SV‑5726 yang membawa ratusan jamaah haji asal Indonesia dari Jeddah menuju Bandara Soetta, Tangerang Banten, melakukan pendaratan darurat di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara. (Foto : istimewa)

Triberita.com | Tangerang Banten – Pesawat Saudi Airlines nomor penerbangan SV-5726 melakukan pendaratan darurat di Bandara Kualanamu Medan, pada Selasa (17/6/2025).

Pesawat Saudia Airlines rute Jeddah-Jakarta yang membawa penumpang rombongan jamaah haji dengan tujuan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Provinsi Banten, mendarat darurat di Bandara Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, akibat mendapat ancaman bom melalui email.

Ancaman awalnya diterima pilot pesawat ketika sudah terbang dari Bandara Jeddah. Kemudian sekitar pukul 10.55 WIB, pesawat mendarat di Kualanamu.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Ferry Walintukan mengatakan ada sekitar 442 penumpang yang ada di dalam pesawat itu.

Ancaman diterima oleh pilot ketika pesawat sudah on air dari Bandara Jeddah. Pada pukul 10.55 WIB, pesawat sudah mendarat di Bandara Kualanamu dalam keadaan selamat,”ujarnya.

Ferry mengatakan, upaya pengamanan langsung dilakukan. Penjinak Bom (Jibom) Brimob Polda Sumut, diturunkan untuk melakukan sterilisasi pesawat dan semua penumpang dievakuasi.

“Proses sterilisasi dilakukan dari Jibom Brimob Polda Sumut. Penumpang diturunkan di ruang tunggu,” jelasnya.

Di saat bersamaan, Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara Kualanamu mengaktifkan Emergency Operation Center (EOC) terdiri dari unsur Komite Keamanan Bandar Udara (Airport Security Committee) untuk memastikan prosedur Airport Contingency Plan berjalan baik dan sesuai ketentuan.

PGS Corporate Secretary Group Head InJourney Airports Anak Agung Ngurah Pranajaya menyebutkan, jika pihaknya mengutamakan keselamatan dan keamanan penumpang.

“Fokus utama setiap saat adalah memastikan keselamatan dan keamanan seluruh penumpang dan juga pengguna jasa bandara,” tutupnya.

Agung menambahkan, saat diketahui terdapat ancaman keamanan dan keselamatan, pilot memutuskan untuk mengalihkan pendaratan ke bandara terdekat.

“Seluruh bandara InJourney Airports siap menangani keadaan darurat keamanan atau emergency. Bandara terdekat saat Saudia SV-5726 melintas adalah Bandara Kualanamu,”ujarnya.

Baca Juga :  Wali Kota Robinsar Lepas 393 Calon Jamaah Haji Kloter 44 Kota Cilegon Banten

Terpisah, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubdar) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyebutkan, ancaman bom dari orang yang tidak dikenal itu, dikirim pada pukul 07.30 WIB. Ancaman itu berisi pernyataan bahwa pengirim akan meledakkan pesawat.

“E-mail tersebut berisikan ancaman orang yang tidak dikenal yang akan meledakkan pesawat milik Saudia Airlines SV 5276 dengan rute Jeddah-Jakarta,” ujar Dirjen Hubdar, Lukman F Laisa, kepada wartawan, Selasa (17/6/2025).

Kemudian, pada pukul 10.17 WIB, Pilot in Command (PIC) menginformasikan kepada petugas Air Traffic Controller JATSC untuk memutuskan divert (mengalihkan penerbangan) yang semula menuju Bandara Soetta, berpindah ke Bandara Kualanamu untuk penanganan lebih awal.

“Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan terus melakukan koordinasi kepada seluruh operator penerbangan, Komite Keamanan Bandar Udara dan pihak terkait lainnya, hingga kondisi aman terkendali. Kemudian, pihak Bandar Udara Kualanamu berkoordinasi dengan Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah II dan mengaktifkan EOC serta menghubungi anggota Komite Keamanan Bandar Udara Kualanamu untuk berkumpul di ruang EOC untuk mengambil langkah-langkah penanganan terhadap adanya ancaman bom di dalam pesawat udara,” katanya.

Sebelumnya, pada Jumat (13/6/2025) lalu, Kepala Kemenag Pandeglang Lukmanul Hakim terkait kepulangan jemaah haji asal Pandeglang mengatakan, pihaknya tengah mengikuti rapat koordinasi di Asrama Haji Cipondoh, Kota Tangerang, bersama seluruh Kemenag kabupaten/kota se-Banten. Rapat tersebut membahas teknis pemulangan jemaah dari Arab Saudi.

“Insyaallah, kami juga akan rapat bareng Pemkab Pandeglang untuk mematangkan persiapan pemulangan jemaah,” kata Lukmanul Hakim.

Diketahui, sebanyak lima kelompok terbang (kloter) akan tiba secara bertahap, mulai 17 Juni 2025.

Lukmanul menyebut, jemaah asal Pandeglang tersebar di lima kloter, terdiri dari dua kloter penuh dan tiga kloter campuran. Dari total 818 jemaah yang terdaftar, satu orang batal berangkat dan satu orang meninggal dunia di Tanah Suci. Artinya, ada 816 jemaah yang akan dipulangkan.

Baca Juga :  H-6, Pemudik Mulai Meningkat di Dermaga Eksekutif Pelabuhan Merak

“Kloter pertama yang akan tiba, adalah Kloter 17, mendarat di Bandara Soekarno-Hatta pada 17 Juni pukul 14.15 WIB,” jelasnya.

Selanjutnya, Kloter 33, dijadwalkan tiba pada 25 Juni pukul 04.50 WIB. Rombongan ini diperkirakan sampai di Pandeglang sekitar pukul 11.00 WIB.

Sementara itu, Kloter 40 yang berisi 17 jemaah, akan tiba dalam dua gelombang pada 25 dan 28 Juni.

Untuk proses pemulangan, jemaah akan dijemput dari Grand El Hajj – Asrama Haji Banten di Cipondoh, Kota Tangerang. Setibanya di Pandeglang, mereka akan disambut di Pendopo Kabupaten.

“Segala kebutuhan teknis sudah kami siapkan, termasuk layanan kesehatan, pengamanan, hingga pengelolaan koper jemaah,” kata Lukmanul.

Facebook Comments