Scroll untuk baca artikel
Banten RayaPendidikan

Dindikbud Kota Cilegon Siap Gelar PPDB Secara Serentak

250
×

Dindikbud Kota Cilegon Siap Gelar PPDB Secara Serentak

Sebarkan artikel ini
Dindikbud Kota Cilegon, Provinsi Banten mengikuti undangan Komisi II DPRD Kota Cilegon, dalam rangka Rapat Dengar Pendapat persiapan pelaksanaan PPDB Tahun Ajaran 2024-2025 di Ruang Rapat Komisi DPRD Kota Cilegon, Senin 27 Mei 2024. (Foto : Daeng Yusvin)

Triberita.com | Cilegon Banten – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon, Provinsi Banten, memenuhi undangan Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon untuk menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP), di ruang rapat komisi DPRD, Senin (27/5/2024).

Agenda dalam rapat ini adalah membahas persiapan pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2024-2025.

Dalam kesempatan itu, Kepala Dindikbud Kota Cilegon Heni Anita Susila mengatakan, pelaksanaan PPDB untuk tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), akan berlangsung pada tanggal 19-22 Juni 2024.

“Insya Allah masuk sekolah pada 10 Juli 2024, sehingga ketika sudah masuk semua, kegiatan PPDB sudah beres,” kata Heni.

Dijelaskan Heni, pelaksanaan PPDB dibagi menjadi empat jalur, mulai dari jalur zonasi, afirmasi, perpindahan tugas orangtua/wali murid, serta jalur prestasi.

“Kami di Dindik, normatif saja. Semua sesuai dengan aturan. Kita punya juknis PPDB yang sudah ditetapkan oleh Kemendikbudristek. Jadi kita lihat juknisnya,” jelasnya.

Adapun perbedaan dari tahun sebelumnya, lanjut Heni, semua jalur diselenggarakan secara serentak, supaya lebih efesien dan efektif.

“Sekarang ini, perbedaan dengan tahun lalu, kita selenggarakan secara serentak. Kalau kemarin kan afirmasi dulu, perpindahan tugas dulu, dan prestasi,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Kota Cilegon Faturohmi, berpesan agar penyelenggaraan PPDB online untuk PAUD, SD dan SMP di Kota Cilegon, bisa berjalan lancar dan transparan.

“Kita minta dilakukan secara berkeadilan dan transparan, dan prioritaskan masyarakat kurang mampu. Utamanya itu. Karena bagaimanapun, jangan salah ada cerita banyak sekali cerita karena ketidakmampuan bersekolah,” ujar Faturohmi.

Facebook Comments
Baca Juga :  Geng Motor di Cilegon Kian Merajalela, Seorang Remaja Alami Luka Parah usai Dibacok