Scroll untuk baca artikel
Banten RayaBeritaKriminal

Geng Motor di Cilegon Kian Merajalela, Seorang Remaja Alami Luka Parah usai Dibacok

473
×

Geng Motor di Cilegon Kian Merajalela, Seorang Remaja Alami Luka Parah usai Dibacok

Sebarkan artikel ini

Pemotor yang didominasi remaja di Kota Cilegon, Provinsi Banten, sudah semakin merajalela dan kian meresahkan warga sekitar

Triberita.com, Cilegon Banten – Aksi segerombolan pemotor yang didominasi remaja di Kota Cilegon, Provinsi Banten, sudah semakin merajalela dan kian meresahkan warga sekitar.

Para geng motor ini, tidak hanya melakukan balapan liar di beberapa titik jalanan, mereka juga mulai beringas kepada warga lainnya.

Seperti yang dialami remaja Ahmad Supandi (17), warga Lingkungan Kubang Laban, Kota Cilegon, pada Minggu (23/7/2023).

Ahmad Supandi menjadi korban kebrutalan, dibacok oleh sekelompok pemotor yang diduga geng motor di Jalan Lingkungan Pegantungan Baru, Kelurahan Panggung Rawi, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, Provinsi Banten, Minggu (23/7/2023).

Aksi pengeroyokan itu dilakukan secara tiba-tiba oleh geng motor tersebut. Akibatnya, korban mengalami luka bacok pada beberapa bagian di tubuhnya hingga harus mendapat perawatan di rumah sakit.

Fahruroji, seorang saksi mata yang menceritakan, ia sempat terkesima saat kejadian tersebut. Pasalnya, ia mengira kawanan geng motor yang datang dari arah jalan belakang Pasar Kranggot itu hendak berbelanja di warung tempat korban berada.

“Kejadiannya jam 01.30 WIB, ada 6 motor boncengan. Kirain mah mau beli, pas datang itu mereka gerung-gerung motor terus turun langsung nyerang,” ujar Fahruroji.

Saat di lokasi kejadian, korban sedang bersama ketiga rekannya. Rekan korban saat penyerangan terjadi langsung berusaha menyelamatkan diri. Sementara, korban saat itu terjatuh dan di serang oleh para pelaku dengan senjata tajam.

“Yang nyerang itu yang diboncengnya, saya gimana mau nolongnya sementara saya aja sawan,” ungkapnya.

Selain korban yang di serang, pemilik warung tempat korban berada juga menjadi target sasaran mereka. Dia bilang, kejadian berlangsung sangat cepat. “Itu yang punya warung aja mau di serang, toples jajanan pada rusak,” terangnya.

Baca Juga :  Haru Biru, Suasana Duka Menyelimuti Pemakaman Sopir Taksi Online di Bekasi

Di tempat terpisah, orang tua korban Mulhat mengatakan, ia mengetahui kejadian itu saat rekan korban membangunkannya. Saat itu, dia langsung membawa anaknya ke rumah sakit.

“Semalam dibawa ke RSKM, lukanya di punggung yang lumayan dalam. Kemudian di tangan sama di kaki, kena sabetan senjata tajam,”ujar Mulhat.

Menurutnya, korban menerima 17 jahitan akibat penganiayaan tersebut. Pihaknya juga telah melaporkan kejadian ini ke apparat kepolisian guna menindak para pelaku sesuai aturan yang berlaku.

“Ada 17 jahitan, yang dalam bagian punggung. Itu anak saya mau pulang abis dari Kranggot, berhenti di warung buat beli rokok, saat itu dia lagi main handphone tiba-tiba di serang gitu aja,” katanya.

Sementara, korban Ahmad Supandi, mengaku tidak tahu apa-apa saat penyerangan terjadi. Saat itu, ia sedang fokus bermain handphone.

“Saya enggak tahu apa-apa, dan saya juga enggak punya masalah apa-apa. Saat itu saya lagi main handphone,”ujar korban.

Saat ini, orangtua korban bersama ketua RW setempat, tengah mencari rekaman CCTV untuk mengetahui pelaku penyerangan terhadap anaknya.

 

Facebook Comments