Triberita.com | Subang – Bank Daerah Pemkab Subang yang dipimpin oleh H Anton Abdul Rosyid yang menjabat Direktur Utama (Dirut) PT BPR Subang Gemi Nastiti (Perseroda) akhirnya angkat bicara menjelaskan yang terjadi sebenarnya menanggapi bobolnya dana di Bank Subank cabang Segaraherang.
Melalui Direktur Bisnis Bank BPR Subang, Kendar Permana, Anton menanggapi seputar kabar dugaan terjadinya kasus jebolnya uang melalui penyaluran kredit bermodus jaminan fiktif sebanyak Rp 4 Milyar di Bank Subang Kecamatan Sagalaherang, Rabu, (6/12/23).
“Bahwa berdasarkan hasil pengecekan, pemeriksaan lapangan yang merupakan bagian dari pengawasan kantor pusat bahwa berita tersebut dianggap tidak benar,” kata Permana, Rabu (6/12/2023).
Perman menjelaskan, karyawannya bernama Dudi Hartono yang menjabat sebagai pimpinan Bank Subang Cabang Sagalaherang, bukanlah saudaranya Dirut Bank Subang atau H Anton seperti yang ditulis dalam pemberitaan.
“Saudaranya Pak Anton dapat saya pastikan adalah Bagus Hendra Gunawan yang sekarang berstatus pegawai di kantor pusat ” kata Permana.
Direktur Bisnis Bank Subang, Kendar Permana didampingi penasehat hukum Bank Subang, Dede Sunarya SH MH dalam klarifikasinya kepada Triberita.com di kantor penasehat hukum Dede Sunarya SH MH menuturkan, persoalan adanya kredit macet di Bank Subang Cabang Sagaraherang memang benar adanya, namun jumlahnya tidak sebesar Rp 4 Milyar.

“Kalau kredit macet namanya Perbankan resiko Bank, saya kira pasti ada. Di Cabang Sagareharang memang ada 3 perusahaan yang tercatat macet pembayaran, namun jumlahnya tidak sampai Rp 4 Milyar, dan sampai Sekarang masih dalam penyelesaian penagihan,” ucapnya.
Seperti diberitakan oleh Triberita.com sebelumnya, PT BPR Subang GemiNastiti (Peseroda) atau Bank Subang milik Pemkab Subang kembali dikabarkan sedang dilanda prahara.
Gonjang ganjing jebolnya duit Bank Subang yang terjadi di area Bank Subang atau BPR Kecamatan Sagaraherang dengan jumlah hampir Rp 4 Milyar itu, santer menyeruak ke publik. Aroma dugaan terjadinya prahara di tubuh Bank Subang itu terkesan ditutup tutupi pihak pejabat direksi Bank Subang.

















