Triberita.com, Serang Banten – Pabrik pengelola abu alumunium di Cikande Serang, Provinsi Banten meledak, 7 rumah warga dan 2 tempat ibadah rusak parah.
Selain rumah warga dan tempat ibadah, akibat terdampak ledakan mesin blower di PT Citra Buana Pasta (CBP) di Kawasan Industry Pancatama, juga merusak bangunan milik warga, dan menyebabkan 2 karyawan luka bakar dan harus dilarikan ke RS Hermina Ciruas.
Untuk diketahui, PT Citra Buana Pasta (CBP) berlokasi di Kawasan Industry Pancatama, di Kampung Gambar, Desa Luwilimus, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.
Diperoleh keterangan, peristiwa ledakan di perusahaan pengolahan abu aluminum ini terjadi sekitar pukul 16.30 WIB, disaat sejumlah karyawan tengah sedang melakukan aktifitas bersih-bersih di area pabrik.
Adapun suara ledakan yang menggelar disertai kobaran api dan asap putih, membuat karyawan berhamburan keluar gedung, dan sebagian tanpa melihat resiko yang akan dihadapi, para karyawan berusaha melakukan pemadaman api dengan menggunakan pasir.
Dalam kejadian itu, kobaran api merembet keluar halaman perusahaan. Kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran. Dua karyawan yaitu Rendi Ardiansyah (19) dan Nursani (34) yang mengalami luka bakar, dievakuasi ke rumah sakit.
Kapolsek Cikande Kompol Andhi Kurniawan membenarkan kejadian ledakan disusul kebakaran di area blower PT. CBP, juga membenarkan ada 2 karyawan dilarikan ke RS Hermina Ciruas akibat luka bakar.
“Ada 2 karyawan yang terdampak dari kejadian itu. Ledakan juga mengakibat 7 rumah warga dan sarana ibadah rusak akibat getaran yang diakibatkan ledakan,” tutur Kapolsek, Sabtu (3/6/2023).
Kapolsek menuturkan, meski sudah melakukan penanganan awal, pihaknya belum mengetahui penyebab dari timbulnya ledakan mesin blower.
Andhi menjelaskan, pihaknya telah melakukan kordinasi dengan Tim Inafis Satreskrim Polres Serang untuk penyelidikan penyebab terjadinya ledakan.
“Untuk penanganan awal sudah kami lakukan dengan cara pengamanan TKP serta mengevakuasi korban. Untuk penyebab kebakaran belum diketahui, kami menunggu Tim Inafis bekerja,” tandasnya.

















