Scroll untuk baca artikel
BeritaInternasionalKriminalNarkoba

Gembong Narkoba Fredy Pratama Punya Jaringan Baru di Indonesia, Wanita Inisial L sebagai Pengendali

310
×

Gembong Narkoba Fredy Pratama Punya Jaringan Baru di Indonesia, Wanita Inisial L sebagai Pengendali

Sebarkan artikel ini
Fredy Pratama alias The Cassanova, telah dimasukkan ke dalam red notice oleh Interpol melalui Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Polri. (Foto : istimewa)

Triberita.com | Jakarta – Fredy Pratama, bandar narkoba jaringan internasional, saat ini sudah melakukan rekrutmen anggota baru jaringan penyalur narkoba. Hal itu, terungkap dari penangkapan empat tersangka narkoba jaringan di Jawa Tengah.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol. Mukti Juharsa mengatakan, jaringan baru ini dikendalikan seorang wanita dengan berinisial L.

“Jaringan baru yang dibentuk dan dikendalikan langsung oleh Fredy Pratama, yaitu seorang wanita, inisial L,” ujar Mukti ketika memberikan keterangan saat jumpa pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (13/3/2024).

Jenderal polisi bintang satu itu menjelaskan, ini diketahui setelah Polda Jawa Tengah menangkap empat orang jaringan Fredy Pratama yang baru, di Indonesia.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol. Mukti Juharsa. (Foto: istimewa)

L diduga kuat sebagai pengendali jaringan baru yang dibentuk oleh Fredy Pratama. Namun, saat ini pihak kepolisian masih memburu sosok L, termasuk jaringan-jaringan baru lainnya.

Lebih lanjut, Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol. Mukti Juharsa mengatakan, total tersangka jaringan Fredy yang ditangkap, sebanyak 58 orang.

“Kita sedang mencari tokoh intelektual yang baru, yaitu seorang wanita yang mempunyai peran utama mengendalikan jaringan baru ini, dan juga dalam merekrut orang-orang baru, dimana sebagian adalah mantan narapidana,” terang Mukti.

Mukti mengatakan, saat ini Fredy Pratama disinyalir berada di salah satu hutan di Thailand.
“Saya yakinkan dia masih Thailand, dan masih tetap berada di dalam hutan,” ujar Mukti.

Namun Mukti enggan merinci lokasi hutan tempat persembunyian Fredy. Ia hanya menyebut, penyidik akan terus berkoordinasi dengan kepolisian Thailand untuk menangkap Fredy.

“Ya, kita maksimal. Nanti abis Lebaran kita coba action. Mungkin saya akan melakukan hubungan atau kunjungan ke sana, atau balik lagi ke Thailand. Kita akan adakan join lagi dengan polisi Thailand,” ujar mantan Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya.

Baca Juga :  Seorang Pelajar Terluka Sabetan Sajam, Polres Tangerang Bekuk Anggota Genk Motor

Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1994 ini menambahkan, ada sejumlah kendala yang membuat pihak kepolisian kesulitan untuk menangkap Fredy Pratama, karena disana, Ia dilindungi sekelompok gengster di Thailand.

“Dia dilindungi oleh gengster, karena orang tuanya adalah bagian daripada sindikat narkoba di daerah Thailand. Jadi mohon bersabar. Kita tetap upaya untuk penangkapan,” ucapnya.

Lebih jauh, Mukti menjelaskan, saat ini Bareskrim telah menjalin kerja sama dengan sejumlah stakeholder terkait untuk mempercepat proses penangkapan.

“Sekarang kita sudah join dengan BNN, untuk melakukan gabungan antara BNN, Bareskrim, Bea Cukai, Kepolisian Thailand, Divhubinter dan Bea Cukai dari Thailand, dan Interpol,” ujar Mukti yang pernah menjabat sebagai Kanit II Sat II Dit Reskrim Polda Sumbar.

Facebook Comments