Scroll untuk baca artikel
Banten RayaBerita

Gubernur Banten Andra Soni Terima Kunjungan Karo Banten Bersatu

282
×

Gubernur Banten Andra Soni Terima Kunjungan Karo Banten Bersatu

Sebarkan artikel ini
Gubernur Banten Andra Soni, saat menerima kunjungan perkumpulan masyarakat Karo Banten Bersatu (KBB) bertempat di Gedung Negara Provinsi Banten, Jln Brigjen KH Syam'un No.5, Kota Serang, pada hari Kamis tanggal 1 Mei 2025. (Foto : Daeng Yusvin)

Triberita.com | Serang Banten – Gubernur Banten Andra Soni, menerima kunjungan Karo Banten Bersatu (KBB) di Gedung Negara Provinsi Banten, Jalan Brigjen KH Syam’un No.5, Kota Serang, Kamis (1/5/2025). KBB merupakan perkumpulan masyarakat Batak Karo di Provinsi Banten.

“Baru saja saya menerima kunjungan dari pengurus Karo Banten Bersatu. Ini organisasi dari Suku Karo yang mereka tinggal di Banten,” ungkap Andra Soni.

Andra Soni mengatakan, dalam pertemuan itu terdapat beberapa hal yang didiskusikan. Di antaranya, terkait rencana pelaksanaan pagelaran seni dan budaya Karo.

“Mereka berencana akan melaksanakan kegiatan budaya Karo di Banten dan saya sambut positif hal tersebut,” katanya.

Andra Soni menyampaikan, saat ini pihaknya juga tengah berfokus terhadap upaya dalam mengangkat seni dan budaya sebagai jatidiri bangsa.

Gubernur Banten Andra Soni foto bersama perkumpulan masyarakat Karo Banten Bersatu (KBB) bertempat di Gedung Negara Provinsi Banten, Jln Brigjen KH Syam’un No.5, Kota Serang, pada hari Kamis tanggal 1 Mei 2025. (Foto : Daeng Yusvin)

“Kita juga dalam waktu dekat akan melakukan Seba Baduy dan terdapat beberapa kegiatan budaya lainnya,” jelasnya.

Sementara, Pembina Karo Banten Bersatu A Damenta menyampaikan, pagelaran seni dan budaya Karo itu, juga dilakukan dalam rangka pelestarian budaya.

“Dan ini salah satunya, mendukung program Gubernur Banten untuk melestarikan budaya nusantara. Kebetulan Suku Batak Karo di Banten ini, cukup banyak dan acara adat budaya Karo ini kita ingin lestarikan,” ujarnya.

Dikatakan, nantinya dalam pagelaran seni dan budaya Karo itu, juga akan dimeriahkan dengan seni tari, makanan khas Suku Karo dan lainnya. Pagelaran itu direncanakan akan berlangsung pada akhir bulan Juni 2025.

“Salah satunya untuk mengingatkan dan mengenalkan generasi muda terkait budaya Karo. Kemudian ada yang mirip dengan di Banten. Kalau di sini ada pencak silat, maka di sana namanya ndikar karo,” pungkasnya.

Facebook Comments