Scroll untuk baca artikel
Berita

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor Ditetapkan Sebagai Tersangka Korupsi oleh KPK

289
×

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor Ditetapkan Sebagai Tersangka Korupsi oleh KPK

Sebarkan artikel ini
Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor.(Foto: Istimewa)

Triberita.com | Jakarta – Akhirnya penyidik antirasuah atau Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), menetapkan Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Sahbirin Noor sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). Tak hanya itu, KPK juga menetapkan enam orang sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek di Dinas Pekerjaan Umum Pemukiman Rakyat (PUPR) Kalsel.

Sahbirin Noor,  akrab disapa Paman Birin itu diduga menerima fee 5 persen dari pekerjaan proyek di Dinas PUPR tersebut.

“Telah ditemukan bukti permulaan yang cukup terkait dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara atau yang mewakilinya di Provinsi Kalimantan Selatan tahun 2024–2025, dan setuju untuk dinaikkan ke tahapan penyidikan,” kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (8/10/2024).

Selain terhadap SHB, tersangka lainnya dalam kasus tersebut, yakni Kadis PUPR Kalsel, Ahmad Solhan (SOL), Kabid Cipta Karya Dinas PUPR Kalsel, Yulianti Erlynah (YUL), Bendahara Rumah Tahfidz Darussalam Ahmad (AMD), dan Plt. Kabag Rumah Tangga Gubernur Kalsel, Agustya Febry Andrean (FEB).

Enam Tersangka terlibat dalam korupsi Proyek Pekerjaan DInas PUPR Provinsi Kalsel.(Foto: Istimewa)

Selain itu, masih dua tersangka lainnya yang berasal dari pihak swasta yakni Sugeng Wahyudi (YUD) dan Andi Susanto (AND).

Pihak KPK telah melakukan penahanan terhadap enam tersangka dalam kasus tersebut. Sementara Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor, belum ditahan dan akan segera dilakukan pemanggilan terhadap yang bersangkutan.

“Sampai dengan saat ini, penyidik masih terus berupaya mengamankan pihak-pihak lain yang bertanggung jawab terhadap peristiwa pidana ini,” ujarnya.

Lima orang yang berstatus sebagai penyelenggara negara tersebut dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau b, Pasal 11, atau 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca Juga :  Seorang Pelajar Di Bekasi Diserang OTK Usai Hadiri Resepsi Pernikahan

Sedangkan dua pihak swasta tersebut dijerat dengan Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebelumnya, Tim Penyidik KPK melakukan OTT pada Minggu (6/10) malam terhadap penyelenggara negara di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

KPK menangkap empat pejabat negara dan dua pihak swasta dalam OTT tersebut terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi atas pengadaan barang dan jasa, dalam operasi itu KPK menyita uang sekitar Rp10 miliar.

Facebook Comments