Triberita.com Tangerang – Panggung megah Grand Final Puteri Pertiwi Indonesia 2026 mencapai puncaknya saat Shine Gloria Renata resmi dinobatkan sebagai pemenang. Gadis berusia 18 tahun perwakilan Provinsi Riau ini sukses mengenakan mahkota kehormatan setelah menyisihkan 21 finalis berbakat dari 14 provinsi di seluruh Indonesia.
Kemenangan ini menandai estafet kepemimpinan dari Puteri Pertiwi Indonesia 2025 kepada Shine, yang kini memikul tanggung jawab baru sebagai representasi perempuan inspiratif tanah air.
Dedikasi untuk Mendiang Sang Ayah
Dalam sesi wawancara bersama awak media Shine tidak dapat menyembunyikan rasa haru dan bangganya. Ia mengungkapkan bahwa pencapaian ini adalah buah dari impian masa kecil yang dipupuk melalui dukungan keluarga, terutama sang ayah.
“Sangat bersyukur malam hari ini saya diberikan amanah dan kepercayaan baru sebagai Puteri Pertiwi Indonesia 2026,” ujar Shine, usai penobatannya di acara Grand Final Puteri Pertiwi Indonesia 2026 yang berlangsung D’Prima Hotel Tangerang, Senin (20/4/2026).
Shine menuturkan bahwa motivasinya bermula dari kekaguman saat menonton ajang serupa di televisi sejak kecil. Namun, dorongan terbesarnya datang dari pesan mendiang ayahnya yang sangat ingin melihat puterinya berdiri di panggung nasional membawa nama daerah.
Misi Sosial dan Pemberdayaan Yatim Piatu
Dara berdarah Tapanuli ini telah menyusun agenda strategis selama masa jabatannya. Sebagai sosok role model bagi generasinya, Shine memfokuskan visi misinya pada aksi kemanusiaan. Ia berencana mengembangkan yayasan yatim piatu milik keluarganya untuk memberikan dampak nyata bagi anak-anak yang membutuhkan.
“Saya memiliki kerinduan untuk menginspirasi lebih banyak orang. Bersama keluarga, saya ingin bergerak lebih aktif di bidang sosial. Melalui yayasan yang kami kelola, saya belajar banyak tentang arti perjuangan hidup mereka,” jelasnya.
Promosi Pariwisata dan Budaya Riau
Selain isu sosial, Shine berkomitmen menjadi garda terdepan dalam mempromosikan potensi daerah asalnya, Riau. Ia berencana mengoptimalkan media sosial hingga turun langsung ke lapangan untuk memperkenalkan kekayaan Bumi Lancang Kuning.
Beberapa poin utama yang akan ia usung antara lain:
Destinasi Sejarah: Mempopulerkan situs sejarah seperti Candi Muara Takus.
Kekayaan Budaya: Mengenalkan tradisi ikonik seperti Pacu Jalur dan Bakar Tongkang.
Kuliner & Seni: Mempromosikan ragam tarian dan makanan khas Riau ke tingkat nasional.
Shine menegaskan bahwa upaya ini memerlukan sinergi kolektif. “Saya tidak bisa berjalan sendiri. Perlu kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan pemuda-pemudi Riau agar budaya kita dikenal luas di seluruh penjuru Indonesia,” tambahnya.

Wadah Generasi yang Berkarakter
Sebelumnya, Founder AR Plus Production sebagai penyelenggara Puteri Pertiwi Indonesia 2026, Febie Saputra, menjelaskan bahwa ajang tahun ini merupakan kurasi ketat untuk melahirkan perempuan yang tidak hanya unggul secara visual, tetapi juga memiliki kedalaman intelektual dan dedikasi sosial.
“Acara ini bukan sekadar kompetisi kecantikan. Ini adalah sumber inspirasi bagi generasi muda untuk berinovasi dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” tegas Putera dalam jumpa pers.
Ia berharap terpilihnya Shine Gloria Renata dapat menjadi simbol agen perubahan dan duta budaya yang mampu membawa nama harum Indonesia, tidak hanya di level nasional namun juga di kancah internasional.

















