Triberita.com | Cilacap Jateng – Memasuki hari ketiga pencarian, pada Sabtu (15/11/2025), Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi total delapan korban longsor di Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.
Sebelumnya, bencana tanah longsor terjadi pada Kamis (13/11/2025), sekitar pukul 19.00 WIB. Longsor menimbun sejumlah rumah warga di Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut, Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap.
Hingga hari ketiga, tim SAR gabungan menemukan total ada 11 korban dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia, tersisa 12 lainnya yang masih dicari.
“Tim SAR gabungan menemukan 8 korban setelah melakukan penyisiran intensif sejak pagi di sejumlah sektor pencarian yang sebelumnya dipetakan oleh posko terpadu,” ujar Kepala Kantor SAR Cilacap Muhamad Abdullah, Sabtu (15/11/2025).
Dalam pencarian pada hari ketiga, dilakukan dengan pengerahan penuh personel dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, relawan, hingga masyarakat setempat.
Kondisi medan yang dipenuhi material longsor, membuat penggunaan alat berat menjadi keharusan di beberapa titik.
“Sebanyak 9 anjing pelacak dari Kantor SAR Cilacap dan Polda Jateng serta 9 alat berat, kami terjunkan untuk mempercepat pencarian di lapangan,” ujar Abdullah.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, menyatakan keprihatinan dan duka mendalam atas musibah longsor di Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, yang memakan korban jiwa.
“Kami menyampaikan bela sungkawa yang mendalam atas musibah tanah longsor di Majenang, Cilacap,” ungkap Ahmad Luthfi.
Gubernur mengatakan, Pemprov Jateng memberikan perhatian penuh atas musibah longsor di Cilacap. Bersama pihak terkait, Pemprov fokus pada pencarian korban yang belum ditemukan.
“Saat ini, personel maupun peralatan dan logistik dari Pemprov Jateng, sudah diturunkan di sana. Kita bahu membahu melakukan penanganan dan proses evaluasi, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Cilacap, TNI dan Polri,” ungkap Luthfi.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggulangan mengatakan, total ada 46 jiwa dari 17 kepala keluarga (KK) yang terdampak musibah.
Dalam musibah tersebut, delapan rumah dilaporkan roboh, satu rumah rusak sedang, dan 16 rumah lainnya terancam. Luasan wilayah yang terdampak mencapai sekitar 6,5 hektare.
Upaya pencarian dilakukan oleh berbagai pihak, di antaranya BPBD Jateng, Dinsos Provinsi Jateng, BPBD Kabupaten Cilacap, Basarnas Cilacap, TNI/POLRI, Dinkes, dan Dinsos Kabupaten Cilacap.
Selain itu, UPT PUPR Majenang, Forkompincam Majenang, ULP Majenang, perangkat desa, komunitas relawan dan warga, juga terlibat aktif dalam penanganan musikbah tersebut. Akses menuju lokasi diperlebar menggunakan excavator milik BBWS Citanduy.
BPBD Provinsi Jateng dan BPBD Kabupaten Cilacap, terus melakukan asesmen lanjutan, dan pemantauan lapangan terkait potensi cuaca ekstrem serta kesiapsiagaan TRC PB.
Dinas Sosial Jateng, juga mengakses bantuan Kemensos bagi keluarga korban. Bantuan Provinsi yang dapat diberikan kepada pihak korban, berupa bantuan tidak terduga (BTT) untuk korban pemilik rumah roboh/rusak atau melalui Program RTLH Disperakim.
Dinas Sosial, juga sudah mengirimkan bantuan logistik dan peralatan tidur untuk warga yang terdampak. Selain itu juga Mendirikan dapur umum, serta menyiapkan tempat pengungsian yang aman dari longsor.

















