Scroll untuk baca artikel
Banten RayaBencana AlamBeritaPeristiwa

Hujan Deras dan Longsor di Cipanas Lebak Banten, Pelajar SMP Meninggal Tertimpa Tembok Rumah

414
×

Hujan Deras dan Longsor di Cipanas Lebak Banten, Pelajar SMP Meninggal Tertimpa Tembok Rumah

Sebarkan artikel ini
Kondisi rumah Dadan Atmajaya di Desa Cipanas, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, yang mengakibatkan satu orang anaknya meninggal dunia setelah tertimpa menyatakan dinding rumah yang terdorong longsor. (Foto : Daeng Yusvin)

Triberita.com | Lebak Banten – Duka mendalam dialami Dadan Atmajaya warga Kampung Kondang, Desa Cipanas, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Bersamaan dengan hujan deras yang mengguyur Kampung Kondang, pada Senin (2/12/2024), tiba-tiba tembok rumah roboh akibat tergerus longsor dan menimbun dua orang anak Dadan Atmajaya.

Pada kejadian nahas itu, satu anak Dadan Atmajaya bernama Difa Ajahro (14), dinyatakan meninggal dunia saat berada di Puskesmas Cipanas.

Ayah korban, Dadan Atmaja mengungkapkan, kronologi berawal, pada Senin (2/12/2024) malam sekira pukul 21.00 WIB kedua anaknya, bernama Dafa Salaman dan Difa Ajahro sedang menonton TV di ruang tengah rumah.

Adapun peristiwa nahas terjadi saat dirinya pulang bekerja. Sementara istrinya, Ratna Kristiani tengah menyusui anaknya di ruang tengah.

“Ketika itu posisi saya di depan rumah, baru pulang ngojek dan nyimpen motor, tiba-tiba liat tanah turun. Saya lari, dikira pintu kamar terkunci, ternyata anak-anak tertimbun. Istri saya sudah menangis minta pertolongan,” ujar Dadan, Selasa (/12/2024).

Ia menjelaskan, dalam kondisi panik dirinya langsung meminta bantuan kepada keluarga dan tetangga untuk mencari kedua anaknya yang tertimpa longsor.

“Sekitar pukul 23.00 WIB, kedua anak saya berhasil ditemukan. Dafa Salaman ditemukan lebih dulukemudian Difa Ajahro. Ketika ditemukan, kedua anak saya masih dalam keadaan sadar, namun saat berada di Puskesmas Cipanas, Difa Ajahro dinyatakan meninggal dunia,” ujarnya

Sementara itu, Relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kecamatan Cipanas, Dahlan, membenarkan kejadian seorang remaja bernama Difa Ajahro, seorang siswa SMP warga Kampung Kondang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, tewas tertimpa tembok rumah akibat longsor yang menimpa rumahnya.

“Benar, korban tewas karena tebing yang berdampingan dengan rumah korban longsor hingga menimpa bocah tersebut, dan nyawa korban tidak terselamatkan usai tertimbun runtuhan longsor,” ujar Dahlan, Selasa (3/12/2024).

Baca Juga :  Ngeri, 8 Orang Meninggal dan 202 Terjangkit DBD di Kabupaten Serang, berikut datanya

Ia mengungkapkan, kejadian longsor yang menimpa rumah korban tersebut terjadi pada bagian ruang keluarga sekitar pukul 21:01 WIB malam.

“Korban bernama Difa Ajahro, umur 14 tahun. Saat kejadian korban bersama keluarganya tengah asyik menonton televisi di ruang keluarga. Tiba-tiba tebing yang berdampingan dengan rumah korban longsor,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini korban sudah dikebumikan oleh pihak keluarga. Korban masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP).

“Selain mengalami korban jiwa, pihak korban pun mengalami kerugian material puluhan juta rupiah,” imbuhnya.

Febby Rizki Pratama menjelaskan, kejadian longsor yang mengakibatkan warga Kampung Kondang, Desa Cipanas, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Lebak, meninggal dunia harus menjadi perhatian khusus.

Ia juga menyoroti bangunan rumah yang berdekatan dengan tebing maupun daerah rawan longsor.

“Dampak-dampak lainnya kita masih melakukan asesmen, dan mengimbau kepada masyarakat untuk selalu meningkatkan waspada lantaran cuaca ekstrem diperkirakan masih terjadi,” ucapnya.

Sementara data pada BPBD Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, sedikitnya 1.202 rumah warga terendam banjir akibat curah hujan tinggi sepanjang Senin (2/12/2024) sore, hingga Selasa (3/12/2024) siang.

“Sebelumnya, 235 rumah yang terdampak banjir, namun kini bertambah menjadi 1.202 rumah,” terang Febby Pratama Rizky.

Bencana banjir dan longsor di Kabupaten Lebak terjadi di sejumlah kecamatan, antara lain Kecamatan Cibadak , Rangkasbitung, Cipanas, Cimarga, Gunungkencana, Cijaku, Wanasalam, Malingping, Bayah, Panggarangan, Cirinten, Cigemblong,Cijaku, Sajira, Bojongmanik, dan Leuwidamar.

Diperkirakan banjir dan longsor di daerah itu meluas, karena curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih terjadi.

Selain rumah warga yang terendam banjir, juga terjadi tanah longsor di ruas jalan dan jembatan terputus, serta pohon tumbang.

Karena itu, pihaknya menerjunkan tim rescue dari BPBD Lebak dan relawan kecamatan untuk melakukan upaya pertolongan, juga pendataan serta menyalurkan bantuan bahan pokok ke lokasi – lokasi yang dilanda banjir.

Baca Juga :  Polda Banten ungkap Motif Tersangka Bunuh Korban di Kebun Karet, Gegara Minta Dicarikan Dukun

“Kami berharap masyarakat yang dilanda bencana alam agar meningkatkan kewaspadaan guna mengurangi risiko kebencanaan, terlebih curah hujan tinggi,” katanya.

Facebook Comments