Triberita.com | Serang Banten – Rapat paripurna istimewa HUT ke-24 Provinsi Banten yang dilaksanakan di DPRD Banten pada (4/10/2023) sempat terhenti.
Pasalnya, sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten menuntut pemerintah provinsi (pemprov) atasi masalah pendidikan hingga pengangguran pada Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-24 Banten.
Semula rapat paripurna berlangsung dengan kondusif. Namun saat Pj Gubernur Banten, Al Muktabar sedang membacakan sambutan dan memaparkan capaian pembangunan Pemprov Banten, beberapa mahasiswa yang ada sidang Paripurna berteriak.
“Gubernur gagal, reformasi birokrasi mundur,” teriak Mahasiswa.
Para mahasiswa mengemukakan, bahwa 24 tahun Provinsi Banten berdiri, persoalan yang dihadapi masih seputar hal-hal yang sama dan seolah tak ada progres signifikan akan penanganannya.
Sekretaris Umum HMI Cabang UIN SMH Serang Banten, Hafiz Nur Arifin di sela-sela orasi di depan Gedung DPRD Provinsi Banten menyerukan sejumlah masalah, seperti pendidikan yang tidak merata, pengangguran, angka kemiskinan, dan layanan kesehatan belum ditindaklanjuti.
“Pemprov Banten itu harus serius dalam menangani isu-isu yang genting saat ini, seperti pengangguran, pendidikan, dan pembangunan yang masih belum merata,” kata Hafiz.
Hafiz mengatakan, ketidakseriusan Pemprov Banten menangani permasalahan tersebut, terlihat dari tidak sebandingnya jumlah perusahaan industri dengan jumlah lapangan pekerjaan yang ada.
Dia menyebut, saat ini hanya ada sekira 2.515 perusahaan yang beroperasi di Banten. Sedangkan masih ada 424.690 warga di Provinsi Banten yang menganggur, dari data per Februari 2024.
Selain itu, Banten memiliki bandara internasional dan pelabuhan terbesar. Tetapi, keberadaannya tidak memiliki dampak signifikan bagi perekonomian provinsi tersebut.
Hafiz mengatakan, 24 tahun usia Provinsi Banten, menurutnya belum merefleksikan Banten sebagai daerah yang unggul, maju, dan sejahtera.
“Oleh karena itu, kami meminta agar Pemprov Banten dapat segera melakukan percepatan ekonomi untuk masyarakat, baik dari sektor mikro ataupun makro. Hal ini, agar Provinsi Banten memiliki kepastian ekonomi yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata dia.
Di saat yang sama, Pemerintah Provinsi bersama DRPD Provinsi Banten, berkomitmen untuk melanjutkan jalannya pembangunan dalam rapat paripurna istimewa saat peringatan Hari Ulang Tahun ke-24 Provinsi Banten di DPRD Provinsi Banten.
Untuk diketahui, mahasiswa yang sebelumnya berada diruang sidang Paripurna dan berteriak, “Gubernur gagal, reformasi birokrasi mundur,” teriak Mahasiswa, dikabarkan mereka mahasiswa dari Keluarga Mahasiswa Lebak atau Kumala dan Himpunan Mahasiswa Serang (Hamas) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten.
Mereka sempat diamankan pengamanan dalam (Pamdal) Sekretariat DPRD Banten dan petugas Satpol PP, karena dianggap mengganggu jalannya acara Rapat paripurna istimewa. Namun demikian, meski sempat terjadi kericuhan, paripurna tersebut terus dilanjutkan.
Anggota Kumala, Syahrul Muhtarom mengaku, mendapat perlakuan yang tidak pantas dari petugas. Dia dicakar di bagian bibir hingga berdarah.
“Tadi ditarik. Saya dikorowot (dicakar). Perlakuan pengaman di dalam sangat tidak baik,” katanya.
Syahrul mengatakan, dalam aksi kali ini mereka menyoroti soal kinerja Pemprov Banten yang telah gagal mengentaskan tingginya angka pengangguran dan kemiskinan di Provinsi Banten.
















