Scroll untuk baca artikel
Banten RayaBerita

HUT Ke-25 Provinsi Banten, Gubernur Andra Soni: Kita Lanjutkan Pembangunan dengan Semangat Kolaborasi

313
×

HUT Ke-25 Provinsi Banten, Gubernur Andra Soni: Kita Lanjutkan Pembangunan dengan Semangat Kolaborasi

Sebarkan artikel ini
Gubernur Banten Andra Soni melakukan pemotongan tumpeng dalam rangka HUT ke-25 Provinsi Banten bertempat di Gedung DPRD Provinsi Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Provinsi Banten, pada hari Sabtu 4 Oktober 2025. (Foto : Daeng Yusvin)

Triberita.com | Serang Banten – Sidang Paripurna Istimewa HUT ke-25 Provinsi Banten, menjadi momentum Gubernur Andra Soni menegaskan arah pembangunan daerah berbasis kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan Banten maju, adil merata, dan bebas dari korupsi. Pembangunan saat ini, juga fokus pada keberlanjutan dengan semangat kolaborasi.

“Pembangunan Banten, adalah perjalanan panjang lintas kepemimpinan. Apa yang kita nikmati hari ini, merupakan hasil kerja kolektif para pendahulu, dan kini kita lanjutkan dengan semangat kolaborasi,” ujar Gubernur Andra Soni di Gedung DPRD Provinsi Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Provinsi Banten, Sabtu (4/10/2025).

Dalam arah kebijakan pembangunan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten telah menetapkan Perda Nomor 4 Tahun 2024 tentang RPJPD 2025–2045 dan Perda Nomor 1 Tahun 2025 tentang RPJMD 2025–2029. Perda tersebut, sebagai pedoman menuju visi Banten Maju, Adil Merata, Tidak Korupsi.

Untuk mewujudkan visi tersebut, telah ditetapkan delapan program unggulan dengan 24 program turunan. Delapan program unggulan itu, meliputi Banten Bagus, Banten Sehat, Banten Cerdas, Banten Kuat, Banten Indah, Banten Makmur, Banten Ramah, dan Banten Melayani.

Gubernur Andra Soni menjadi pembina upacara dalam rangka HUT ke-25 Provinsi Banten di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Provinsi Banten, Sabtu (4/10/2025). (Foto : Daeng Yusvin)

“Setiap program, diarahkan untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, baik di bidang infrastruktur, pendidikan, kesehatan, maupun ekonomi kerakyatan,” jelasnya.

Andra Soni mengungkapkan, Provinsi Banten terus menjadi magnet investasi nasional. Hingga semester I tahun 2025, tercatat nilai investasi sebesar Rp 60,7 triliun dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 110.521 orang.

“Penyerapan tenaga kerja mencapai 110.521 orang,” kata Andra Soni menegaskan.

Investasi tersebut, menurut gubernur mendukung penurunan angka pengangguran di Provinsi Banten.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka di Banten turun dari 7,52 persen pada 2023, menjadi 6,64 persen pada Februari 2025.

Baca Juga :  Perkuat Pengawasan, Gubernur Andra Soni Jalin Sinergi dengan Kejati Banten

“Fokus penurunan pengangguran dilakukan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi, balai latihan kerja, peningkatan keterampilan tenaga kerja, pemagangan, serta pengawasan ketenagakerjaan,” tuturnya.

Di sektor lain, Andra Soni menyoroti sejumlah program yang langsung dirasakan masyarakat. Di antaranya, program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) sepanjang enam puluh empat kilometer, Sekolah Gratis SMA, SMK, SKh swasta, Satu Sarjana Satu Desa, serta dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG).

“Jalan yang kita buka, bukan hanya aspal, tapi membuka akses bagi pendidikan, kesehatan, dan ekonomi rakyat desa,” tegasnya.

Gubernur juga menyampaikan, bahwa ekonomi di Provinsi Banten terus tumbuh positif di tengah ketidakpastian global.

“Pada semester pertama tahun 2025, ekonomi Banten tumbuh 5,33 persen dengan inflasi terkendali di angka 1,95 persen. Angka kemiskinan turun menjadi 5,63 persen,” ujarnya.

Banten juga berhasil mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sembilan kali berturut-turut, serta meraih peningkatan Indeks Reformasi Birokrasi hingga 87,49 poin.

Berbagai penghargaan nasional, juga turut diraih berkat kerja keras semua pihak. Di antaranya, adalah Paritrana Award 2025, Provinsi Layak Anak lima kali berturut-turut, dan Apresiasi Presiden RI atas Capaian Eliminasi TBC Nasional.

“Semua capaian ini, adalah hasil kerja bersama antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat Banten,” ujar Andra Soni..

Di akhir sambutan, Gubernur Andra Soni mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan HUT ke-25 Provinsi Banten sebagai momentum memperkuat semangat gotong royong dan inovasi dalam membangun Banten.

Dibutuhkan kolaborasi semua pihak, agar Banten menjadi daerah yang sejahtera, maju dan adil secara merata.

“Mari kita jaga kolaborasi ini agar Banten semakin maju, adil merata, dan bersih dari korupsi,” pungkasnya.

Baca Juga :  Update!! Petugas Evakuasi Kereta Teknis KCIC di Bandung Barat, Kemenhub RI Bakal Turunkan tim Khusus

Sebelumnya, Gubernur Andra Soni menjadi pembina upacara dalam rangka HUT ke-25 Provinsi Banten yang digelar di Lapangan Upacara Kantor Gubernur Banten di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Provinsi Banten, pada hari Sabtu (4/10/2025) pagi.

Andra Soni menegaskan bahwa pembangunan Provinsi Banten adalah hasil kerja kolektif para pemimpin terdahulu dan jasa-jasa gubernur sebelumnya yang telah meletakkan fondasi bagi pembangunan.

Menurut Andra Soni, selama 25 tahun menjadi wilayah otonom, Provinsi Banten terus membangun dan menunjukkan berbagai capaian keberhasilan. Ia berkomitmen melanjutkan fondasi yang telah diletakkan oleh para gubernur dan wakil gubernur terdahulu.

“Penyiapan struktur dan aparatur pemerintahan daerah di awal Provinsi Banten terbentuk pada masa kepemimpinan almarhum Pjs Gubernur Banten Hakamuddin Djamal. Atas jasa dan dedikasinya, sistem pemerintahan daerah Provinsi Banten berjalan hingga saat ini,” katanya.

Pada era gubernur Provinsi Banten pertama yang dijabat mendiang Djoko Munandar, ditetapkanlah kawasan pusat pemerintahan KP3B di Kota Serang. Ini yang menjadikan para aparatur pemerintahan memiliki kawasan perkantoran terpadu dan representatif bagi pelayanan ke masyarakat.

“Oleh karena, itu saya mengajak kita semua untuk bersama-sama mengelola dan membangun citra positif KP3B, sehingga KP3B dikenal bukan hanya sebagai tempat aktivitas birokrasi,” ujarnya.

Andra Soni menekankan, KP3B juga sebagai simbol identitas kemajuan daerah dan pusat layanan publik yang ramah. Termasuk menjadi ruang dengan nilai estetika, sejarah, dan fungsi sosial ekonomi.

Di era Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, berbagai program pembangunan dilanjutkan mulai dari Jamsosratu, pembangunan RSUD Malingping dan RSUD Banten.

Kemudian, membangun SMA Negeri Cahaya Madani Banten Boarding School (CMBBS), gedung perkantoran terpadu, pembentukan Jamkrida Banten, hingga pembangunan infrastruktur strategis lainnya.

Baca Juga :  Haru Biru, Suasana Duka Menyelimuti Pemakaman Sopir Taksi Online di Bekasi

“Warisan itu, harus kita lanjutkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dasar di bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial,” tegas Andra Soni.

Pembangunan infrastruktur di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, juga menjadi prioritas pada masa Gubernur Rano Karno. Selain itu, di masa ini ada pembentukan Bank Banten untuk mendukung perekonomian daerah.

“Yang terpenting, juga meningkatkan kualitas infrastruktur jalan untuk mendukung sektor transportasi dan sektor-sektor potensial lainnya,” katanya.

Sementara itu, pada era Gubernur Banten Wahidin Halim, ada pembangunan Banten International Stadium (BIS) disertai revitalisasi Kawasan Banten Lama. Kemudian pembangunan jembatan Aria Wangsakara, gedung 8 lantai RSUD Banten, RSUD Labuan, RSUD Cilograng, serta unit-unit sekolah baru.

“Itu harus terus kita lanjutkan untuk meningkatkan pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing,” pungkas Andra Soni.

Upacara dalam rangka Hut ke-25 Provinsi Banten juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah, seluruh bupati dan wali kota dari delapan daerah Provinsi Banten, Ketua DPRD Banten Fahmi Hakim, Kapolda Banten Irjen Hengki, Kepala Kejaksaan Tinggi Banten Siswanto, para tokoh agama dan masyarakat termasuk para direksi BUMD Provinsi Banten.

Facebook Comments