Scroll untuk baca artikel
Bekasi RayaBencana AlamBeritaPeristiwa

Jalan Penghubung Desa Suka Mukti-Suka Bungah Longsor, Plt Camat Bojongmangu Minta Warga Gunakan Jalur Alternatif Kawasan GIIC

354
×

Jalan Penghubung Desa Suka Mukti-Suka Bungah Longsor, Plt Camat Bojongmangu Minta Warga Gunakan Jalur Alternatif Kawasan GIIC

Sebarkan artikel ini
Kondisi jalan penghubung Desa Sukamukti dan Desa Sukabungah terjadi longsor akibat curah hujan.(Foto: Rossi)

Triberita.com | Kabupaten Bekasi -Intensitas hujan yang tinggi di ruas jalan penghubung Desa Sukamukti dan Desa Sukabungah terjadi longsor dan ambles, tepatnya dibelakang kawasan industri Greenland International Industrial Center Kecamatan Bojongmangu Kabupaten Bekasi.

Plt Camat Bojongmangu Sapto Noviantoro mengatakan akibat longsor jalan penghubung Desa Suka Mukti dan Desa Suka Bungah saat ini tidak bisa dilalui oleh kendaraan, terutama kendaraan roda 4.

“Bencana longsor jalan ambles ini akibat curah hujan tinggi sejak kemarin. Untuk sementara tidak bisa dilalui kendaraan,” katanya, Sabtu (06/01).

Meski begitu, dirinya mengatakan telah melakukan koordinasi dengan sejumlah perangkat daerah terkait tanah yang ambles akibat longsor, agar jalan bisa segera ditangani melalui upaya perbaikan.

“Dengan dinas kami sudah berkoordinasi, juga dengan BPBD dan hari ini mungkin ditindaklanjuti oleh Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi Kabupaten Bekasi. Masih menunggu informasi dan penanganan secara darurat,” terangnya

Pihaknya menghimbau agar warga memanfaatkan jalur alternatif untuk sementara waktu. Mengingat ruas jalan yang ambles tersebut saat ini tidak bisa dilewati kendaraan.

“Kami mengimbau kepada warga yang hendak melawati jalur atau jalan tersebut, bisa menggunakan jalur alternatif lewat jalur kawasan GIIC,” ucap dia.

Kendati demikian, dirunya meminta agar warga tetap menjaga kewaspadaan dalam menghadapi musim penghujan awal tahun ini. Semua unsur terkait diajak turut bersama-sama memantau titik-titik mana saja yang rawan bencana longsor maupun banjir.

“Karena ini bukan pertama kali kejadian longsor di wilayah Bojongmangu, konstruksi tanah di wilayah ini hampir rata-rata rawan longsor karena berada di atas ketinggian,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi Dodi Supriadi juga meminta warga mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi memasuki musim penghujan pada awal tahun ini.

Baca Juga :  Membludak, Masyarakat Antusias Hadiri Peringati Haul ke- 49 Abuya KH. M Fudholi Bin Anwar

“Prakiraan BMKG puncak musim penghujan untuk wilayah Jawa Barat terjadi pada Februari-Maret. Kami mengimbau masyarakat untuk bersama-sama mengantisipasi serta siaga penuh kebencanaan,” ujarnya.

Ia menuturkan potensi bencana pada musim penghujan yang terjadi di Kabupaten Bekasi antara lain banjir dan puting beliung. Bencana longsor juga kerap terjadi.

Sambung dia, pihaknya terus melakukan upaya antisipasi dengan kesiapsiagaan mulai menyiapkan logistik dan sarana pendukung penanganan bencana hingga kesiapan personel.

“Bersama-sama kita lakukan mitigasi karena penanganan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja tetapi juga seluruh komponen masyarakat,” tandasnya.

Facebook Comments