Scroll untuk baca artikel
Bekasi RayaBeritaEkonomi & Bisnis

Jelang Tahun Baru 2024, Pedagang Jagung dan Bandeng di Pasar Batujaya Karawang Keluhkan Pembeli Berkurang

580
×

Jelang Tahun Baru 2024, Pedagang Jagung dan Bandeng di Pasar Batujaya Karawang Keluhkan Pembeli Berkurang

Sebarkan artikel ini
Situasi di pasar Batujaya, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menjelang pergantian tahun (Foto : Jeje).

Triberita.com | Kabupaten Karawang – Jelang pergantian tahun dari 2023 ke 2024, masyarakat biasanya ada tradisi bakar jagung, ayam dan ikan bandeng.

Triberita.com mencoba turun langsung, untuk memantau kondisi pasar menjelang pergantian tahun, di Pasar Batujaya, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Senin (31/12/2023).

Terlihat cukup ramai lalu-lalang warga di sekitar pasar, dan lokasi Pasar Batujaya berbatasan dengan Kabupaten Bekasi. Jadi, warga Bekasi yang berdomisili dekat dengan Pasar Batujaya hanya tinggal menyeberang jembatan Sungai Citarum, untuk belanja persiapan jelang pergantian tahun.

Ade salah seorang pedagang jagung dan arang bakar musiman mengatakan, jelang tahun baru sekarang sepi pembeli, tidak seramai tahun baru kemarin, daya beli masyarakat berkurang.

“Cuma orang lalu-lalang saja yang ramai, yang belinya berkurang, jauh di banding dengan jelang pergantian tahun baru kemarin,” ujarnya kepada Triberita.com

“Untuk harga jagung masih standar, 10 ribu perkilonya, kalo tahun kemarin saya bisa jual 15 ribu perdua kilo, tapi kalo tahun ini saya ga berani jual segitu, saya modal sendiri belanja langsung ke kebun, kalo arang bakar itu titipan,” sambungnya.

Sementara itu masih di lokasi Pasar Batujaya, Mamat seorang pemasok ikan mengatakan hal yang sama, terkait tingkat pembelinya berkurang, tidak seperti jelang tahun baru kemarin.

“Untuk harga ikan bandeng di tingkat pedagang eceran harganya terbilang standar, 35ribu/kilo untuk ukuran 3ekor/kilo, kalo untuk ukuran 1 ekor/kilo itu 40 ribu, dan untuk ikan etong 40 ribu/kilo,” ungkapnya.

Jelang pergantian tahun baru, lajut dia, biasanya masyarakat belinya ikan bandeng, ikan etong, dan jagung.

“Tapi untuk tahun baru sekarang daya beli masyarakat jauh berkurang, perbandingannya 100 : 60, salah satu faktor ya mungkin karena ekonomi belum stabil,” tutupnya.

Facebook Comments