Triberita.com | Jakarta – Kepolisian Daerah (Polda) Jatim, menyatakan duka mendalam atas tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya yang terjadi di perairan Selat Bali.
Hingga saat ini, upaya pencarian dan evakuasi korban, masih terus dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur gabungan. Fokus pencarian korban dimulai pada pukul 6.00 WIB dan akan diakhiri pada pukul 19.00 WIB.
Kapolda Jawa Timur Irjen Nanang Avianto turun langsung ke lapangan untuk memantau rute perjalanan yang dilintasi KMP Tunu Pratama Jaya dari Pelabuhan Ketapang Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk Bali melalui Line Port Center (LPC).
Didampingi Dirpolair Polda Jatim Kombes Arman Asmara Syarifuddin, Kapolda berada di ruangan LPC sekitar 10 menit untuk mendapatkan gambaran area pencarian dan analisis kebutuhan penyelamatan dan keamanan perjalanan kendaraan yang melakukan pelayanan komersil dan kapal-kapal yang melakukan upaya pencarian.
Selanjutnya, Kapolda mendatangi pusat informasi krisis senter di ruang tunggu ASDP Ketapang dan menggelar rakor bersama sejumlah instansi terkait diantaranya Basarnas, TNI, KSOP, ASDP, BPTD dan BMKG.
Kemudian, rombongan Kapolda Jatim melakukan pantauan melalui udara. Rombongan menaiki helikopter menyisir lokasi tenggelamnya kapal.
“Dapat saya sampaikan, tentunya pertama-tama kami mewakili Bapak Kapolda Jatim, mengucapkan turut berduka cita dan prihatin atas musibah tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Jules Abraham Abast, Jumat (4/7/2025).
Ia menambahkan, Polda Jatim telah mengerahkan kekuatan maksimal untuk mendukung operasi SAR di wilayah perairan Ketapang-Gilimanuk.
“Saat ini, dari jajaran kepolisian, khususnya Polda Jawa Timur, telah bekerja sama dengan instansi terkait melakukan kegiatan pencarian, pertolongan, serta evakuasi korban terhadap musibah tenggelamnya kapal yang terjadi diperkirakan tadi malam sekitar pukul 23.20 WIB,” lanjutnya.
Dalam upaya pencarian, Polda Jatim telah menurunkan enam kapal patroli yang menyisir sepanjang perairan Ketapang-Gilimanuk. Selain itu, satu unit helikopter Polri dikerahkan untuk membantu pemantauan dari udara.
“Kami telah mengerahkan kurang lebih enam kapal patroli untuk pencarian khususnya di perairan antara Ketapang-Gilimanuk. Di samping itu, jajaran Polair Polda Jawa Timur juga mengerahkan 1 unit helikopter untuk membantu pencarian korban dari udara,” jelas Kabid Humas.
Sementara itu, proses evakuasi korban dilakukan bersama Basarnas Surabaya, Lanal Banyuwangi, TNI, serta relawan dan instansi terkait lainnya.
Hingga Kamis (3/7/2025), korban yang berhasil ditemukan mencapai 35 orang, yang terdiri dari 29 orang selamat dan 6 orang meninggal dunia. Seluruh korban, ditemukan di wilayah perairan Bali dan kini berada di bawah penanganan Polres Jembrana.
Proses pencarian, dimulai sejak informasi pertama diterima, pada Rabu (2/7/2025) malam. Polda Jatim segera berkoordinasi dengan pihak ASDP, Perhubungan, dan Basarnas untuk melakukan upaya penyisiran.
Hingga kini, total 35 personel kepolisian telah diterjunkan membantu operasi pencarian bersama instansi terkait.
Pencarian dan evakuasi korban KMP Tunu Pratama Jaya dipastikan akan terus dilakukan hingga seluruh penumpang ditemukan, dengan koordinasi penuh bersama Basarnas, TNI, ASDP, dan pemerintah daerah setempat.
Sebelumnya, KMP Tunu Pratama Jaya dilaporkan tenggelam di perairan Selat Bali saat berlayar dari Pelabuhan Ketapang Banyuwangi menuju Gilimanuk, pada Rabu (2/7/2025) malam.
Berdasarkan data manifes, kapal mengangkut 53 penumpang, 12 kru, dan 14 truk tronton. Kapal berangkat pukul 22.56 WIB dan diperkirakan mengalami kebocoran ruang mesin sekitar pukul 23.20 WIB.
Operator kapal menyebut, kru sempat meminta bantuan melalui channel komunikasi sebelum kapal mengalami pemadaman listrik dan akhirnya tenggelam pada pukul 23.35 WIB. Ketinggian ombak yang mencapai 2,5 meter, diduga turut memperparah kondisi kapal.

















