Scroll untuk baca artikel
BeritaJakarta Raya

KASAD Minta Maaf kepada Warga Pasca Ledakan Gudang Amunisi Milik Kodam Jaya

338
×

KASAD Minta Maaf kepada Warga Pasca Ledakan Gudang Amunisi Milik Kodam Jaya

Sebarkan artikel ini
KSAD, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.(Foto: Istimewa)

Triberita.com | Jakarta – Gudang Amunisi Daerah (Gudmurah) di wilayah teritorial Kodam Jaya yang meledak dan menyebabkan kebakaran hebat di kawasan perbatasan Bekasi-Bogor, Jawa Barat pada Sabtu (30/3/2024) malam, membuat masyarakat yang tinggal di dekat wilayah kejadian meninggalkan hunian untuk sementara.

Menanggapi hal itu, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas gangguan ditimbulkan.

Maruli Simanjuntak, meminta maaf kepada masyarakat atas peristiwa meledaknya gudang amunisi daerah (Gudrah) milik Kodam Jaya pada Sabtu (30/3/2024) lalu.

Meski tidak ada korban jiwa, tetapi ada 31 rumah warga yang terdampak. Selain itu, ratusan warga kini terpaksa diungsikan karena faktor keselamatan.

Pasca ledakan Gudang Amunisi Daerah (Gudmurah) Kodam Jaya, Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang lokasinya tak jauh dari kediaman mereka, warga Cluster Visalia, Kota Wisata Cibubur, menyatakan sikap.

Sekretaris Pengurus Cluster Visalia Aldi Setiadi dalam rapat atau pertemuan antar warga di Gunung Putri, Minggu (31/3/2024), menceritakan dampak ledakan tersebut pada anak-anak mereka.

Warga Cluster Visalia merupakan bagian dari 324 warga yang mengungsi setelah terjadinya ledakan gudang pada Sabtu (30/3/2024) malam, karena alasan keamanan.

“Ledakan terjadi mengakibatkan trauma psikologis kepada anak-anak kita. Kebanyakan anak anak itu, ya berdasarkan obrolan (dengan orangtuanya), mereka tidak bisa tidur, trauma,” ujar Aldi.

Ia mengungkapkan, anak-anak sempat histeris saat terjadi kobaran api dan kepulan asap serta suara ledakan beruntun. Terlebih, ledakan pertama terjadi saat sedang mereka sedang berbuka puasa.

“Karena (anak-anak) kita juga lagi ada acara Ramadhan di klaster komplek dari jam 5 sore sampai jam 6 dan lanjut buka puasa. Mereka sangat trauma sekali karena melihat ledakan dan api yang besar sekali,” ungkap Aldi.

Baca Juga :  Pasca Kebakaran, Pj Bupati Kunjungi Rumah Korban di Bandung Barat, ini kondisinya

Mereka meminta treatment khusus untuk menangani dampak traumatik pada anak-anak mereka.

“Yang kedua kita juga minta adanya birokrasi koordinasi antara pihak institusi terkait dengan pengembang Visalia dimana kita pada saat kita ingin huni tempat ini memang kita tidak diberi tahu bahwa adanya gudang peluru di sekitar tempat tinggal kami,” ujarnya.

Sementara Penjabat Bupati Bogor Asmawa Tosepu mencatat, sebanyak 31 rumah mengalami kerusakan terdampak ledakan Gudang Amunisi Daerah (Gudmurah) Kodam Jaya, Desa Ciangsana, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

“Data sementara ada 31 rumah yang terdampak berupa kaca pecah, plafon retak, atap retak/bolong,” ungkap Asmawa.

Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Bogor memiliki waktu 14 hari dalam melakukan asesmen mulai dari menghitung jumlah rumah yang rusak, upaya koordinasi hingga menentukan langkah-langkah penanganan.

Asmawa mengungkapkan, bahwa Pemerintah Kabupaten Bogor sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Pusat untuk melakukan penanganan terhadap rumah yang rusak.

“Tentu akan didata terlebih dahulu lalu dikoordinasikan dengan Pemerintah Pusat dan Pemprov Jabar untuk tindak lanjut penanganan,” ujar Asmawa.

Sementara, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menyebut rumah warga yang terdampak akibat kebakaran Gudmurah akan diberikan ganti rugi.

“Ya tentunya nanti kami akan data, akan disisir oleh aparat teritorial yang sekarang sudah bekerja. Nanti apabila ada kerusakan di rumah masyarakat, kami akan ganti,” ungkap Agus.

Dia berjanji, semua kerusakan dialami warga akibat kebakaran dari gudang amunisi yang meledak akan diganti.

“Kita sedang data dan sisir, sekarang sedang bekerja nanti apabila ada kerusakan di rumah masyarakat akan kita ganti,” janji Panglima Agus.

Agus menjelaskan, saat ini anggotanya masih menyisir dan mendata berapa banyak warga sipil terdampak, dan seberapa besar tingkat kerusakannya.

Baca Juga :  Hasil Unidian All England 2023 ada Perang Saudara Tim Bulu Tangkis Indonesia

Diketahui, lokasi ledakan dan kebakaran sejatinya adalah gudang yang diperuntukan menyimpan amunisi habis masa pakai atau kedaluwarsa yang hendak didisposal atau dibuang.

Meski insiden terjadi sangat dahsyat, bersyukur tidak ada korban jiwa yang timbul. “Kita bersyukur saat ini tidak ada korban. Secara persyaratan penyimpanan barang berbahaya dan secara penyimpanan kita akan evaluasi kembali,” ujar Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.

Facebook Comments