Scroll untuk baca artikel
BeritaSulawesi

KM Fitri Jaya Dalam Misi Kemanusiaan Tenggelam di Perairan Pangkep, 3 Penumpang Tewas

221
×

KM Fitri Jaya Dalam Misi Kemanusiaan Tenggelam di Perairan Pangkep, 3 Penumpang Tewas

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi.(Foto: Istimewa)

Triberita.com | Makassar Sulsel – Kapal motor (KM) Fitri Jaya dilaporkan terbalik dan tenggelam di Perairan Pulau Podang-Podang, Kecamatan Liukang Tupabbiring, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, pada Sabtu (27/12/2025) siang.

Dalam kecelakaan laut tersebut, tiga penumpang dipastikan tewas tenggelam. Sementara delapan penumpang lainnya berhasil diselamatkan.

Kapal kayu yang mengangkut 11 orang itu, berangkat dari Sungai Pangkajene pukul 08.40 WITA dengan membawa muatan bantuan berupa puluhan sak semen dan fasilitas jamban untuk masyarakat pulau.

Adapun penumpang diatas KM Fitri Jaya, terdiri dari tenaga kesehatan, pejabat setempat, serta kru kapal, yang sedang dalam misi mengantarkan bantuan sosial ke Pulau Sarappo.

“Benar, ada kecelakaan kapal. Kami menerima informasi adanya kecelakaan kapal tadi,” ujar Kepala Seksi Siaga Operasi Kantor Basarnas Makassar Andi Sultan, Sabtu (27/12/2025).

Informasi yang diperoleh, kapal tersebut mengangkut 11 orang penumpang mengalami kecelakaan laut hingga terbalik diterjang ombak tinggi pada wilayah Desa Mattiro Dolangeng, Kecamatan Liukang Tupabiring, Pangkep sekira pukul 11.00 WITA.

Kapal berbahan kayu tersebut, membawa rombongan tenaga kesehatan dan camat setempat untuk membawa bantuan sosial Dompet Dhuafa ke Pulau Sarappo, Pangkep.

Kapal naas itu, membawa muatan sekitar 40 sak semen, dan 40 buah jamban WC ke pulau setempat. Rombongan berangkat dari Sungai Pangkajene, pada Sabtu (27/12/2025), sekira pukul 08.40 WITA menuju tujuan Pulau Sarappo.

Namun dalam perjalanan di tengah laut, sekitar pukul 10.50 WITA, hujan lebat disertai angin kencang menghantam kapal kayu itu membuatnya oleng hingga nahkoda kapal tidak mampu mengimbangi kemudian terbalik di laut.

Beruntung warga Pulau Sarappo Lompo segera bergerak melakukan evakuasi menggunakan kapal jolloro (kapal tradisional) kepada para korban yang tewas maupun yang selamat di tengah laut.

Baca Juga :  3 Wisatawan Terseret Ombak di Pantai Karang Seke Lebak Banten, 1 Tewas 1 Belum Ditemukan

Tiga orang penumpang kapal terindentifikasi masing-masing, Imran (Koordinator LKC Dompet Dhuafa), Camat Liukang Tupabbiring Muhammad Fitri Mubarak dan Bidan Pulau Sarappo Darma, dinyatakan tewas.

Sedangkan penumpang kapal yang berhasil selamat, delapan orang, yakni tim LKC Dompet Dhuafa Andi Mappasallang, Etty Permatasari, Siti Patimah, Nurlina dan Wulan Cahya.

Selanjutnya, dokter gigi Nova, Kepala Puskesmas Sarappo Samiang dan nahkoda sekaligus pemilik kapal Daeng Nasru.

Andi Sultan menyampaikan, seluruh penumpang kapal naas tersebut, telah dievakuasi ke Pangkajene serta akan dibawa ke Makassar.

Sementara itu, Bupati Pangkep Yusran Lalogau melalui siaran persnya, menyampaikan duka mendalam atas peristiwa yang menimpa para korban dalam misi sosial menyerahkan bantuan di Pulau Sarappo.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, kami menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah ini. Innalilahi wa innailahi rajiun,” ujarnya.

Sebelumnya, BMKG melansir kondisi cuaca ekstrim melanda pada sebagian wilayah Sulawesi Selatan serta di perairan sekitar wilayah setempat. Selain itu imbauan terhadap aktivitas transportasi laut ditunda sementara waktu.

Penulis : Daeng Yusvin

Facebook Comments