Scroll untuk baca artikel
BeritaInternasional

Korban Jiwa Gempa di Myanmar Mencapai 3.000 Orang, Indonesia Kirim Bantuan Kemanusiaan

536
×

Korban Jiwa Gempa di Myanmar Mencapai 3.000 Orang, Indonesia Kirim Bantuan Kemanusiaan

Sebarkan artikel ini
Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk korban gempa di Myanmar, pada Kamis (3/4/2025). Pelepasan bantuan dilakukan oleh Menlu Sugiono di Bandar Udara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. (Foto : Istimewa)

Triberita.com | Jakarta – Bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang melanda Myanmar, pada Jumat (28/3/2025) lalu, Pemerintah Indonesia memastikan, tidak ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban

Guncangan gempa tersebut, juga dirasakan hingga ke India, Bangladesh, Thailand serta China dan diikuti dengan gempa susulan berkekuatan 6,4 magnitudo.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri, Sugiono saat melepas bantuan kemanusiaan tahap ketiga di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (3/4/2025).

“Berdasarkan pemantauan dan laporan yang disampaikan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Myanmar, sejauh ini belum ada laporan korban dari WNI. Kita berharap, seluruh WNI yang ada di sana dalam kondisi yang baik,” ujar Sugiono.

Seperti dikabarkan media pemerintah setempat, Kamis (3/4/2025), tim regu penyelamat masih terus berupaya menyelamatkan para korban gempa bumi yang dilaporkan telah menewaskan lebih dari 3.000 orang.

Menurut pernyataan Kedutaan Besar Myanmar, korban tewas telah mencapai 3.000 orang.
Sementara, sekurangnya 15 orang tewas dan 72 lainnya masih hilang di Thailand setelah sebuah pencakar langit yang masih dalam tahap konstruksi di Bangkok ambruk akibat gempa yang berpusat di wilayah Sagaing, Myanmar.

Gempa bermagnitudo 7,7 dan 6,4 tersebut, mengguncang bagian tengah Myanmar yang berpopulasi 28 juta orang, sehingga menyebabkan bangunan runtuh dan warga setempat kekurangan makanan, air, dan tempat tinggal.

Prakiraan cuaca yang menunjukkan potensi hujan di luar musim, mulai 11 April 2025, kemungkinan menimbulkan tantangan bagi personel penyelamat yang masih berjuang menyelamatkan nyawa para korban gempa di negara yang masih mengalami perang saudara itu.

Sejauh ini, sudah ada 53 penerbangan yang tiba membawa bantuan kemanusiaan di Myanmar. Sementara sudah tiba 1.900 lebih personel penyelamat dari 15 negara, termasuk negara-negara Asia Tenggara, serta China, India, dan Rusia.

Baca Juga :  Jadwal Bulutangkis di SEA Games 2023, Berikut Daftar Wakil Indonesia yang Bertanding

Sementara itu, hari ini Kamis (3/4/2025), Indonesia mengirimkan bantuan kemanusiaan tahap ketiga untuk korban gempa bumi di Myanmar, sebagai bentuk solidaritas ASEAN dan kepemimpinan Indonesia dalam penanggulangan bencana regional.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kemudayaan (Menko PMK) Pratikno menjelaskan, bahwa bantuan kemanusiaan yang dikirimkan, merupakan solidaritas Indonesia terhadap negara-negara ASEAN dan bagian dari kepemimpinan Indonesia dalam penanggulangan bencana di Asia Tenggara.

Bantuan tahap pertama dan kedua, telah diberangkatkan pada Senin dan Selasa. Seluruh proses ini menunjukkan komitmen Indonesia dalam memberikan bantuan cepat dan efektif kepada korban bencana di Myanmar.

“Bantuan tahap ketiga yang dikirimkan hari ini melalui dua pesawat, satu untuk penumpang dan satu untuk kargo. Tahap pertama sudah diberangkatkan pada Senin lalu, dan tahap kedua pada hari Selasa,” ujar Menko PMK.

Sebelumnya, tim pendahulu telah diterjunkan pada 31 Maret 2025 untuk asesmen awal, diikuti pengiriman tim USAR dan TNI berjumlah 73 personel pada 1 April 2025 untuk operasi penyelamatan.

Facebook Comments