Triberita com | Kabupaten Bekasi – Musik hadroh adalah salah satu kesenian yang berlirik Islami, hadroh juga merupakan kesenian rebana yang mengakar pada kebudayaan Islam, yang sering disebut sebagai kegiatan syiar melalui syair.
Hadroh sendiri sangat erat kaitannya dengan Islam, dan di Indonesia sendiri hadroh masuk sekitar pada abad 13 Hijriyah, sekarang ini hampir di pelosok daerah tim-tim hadroh mulai bermunculan,
Seperti tim hadroh Elfairuz dari Kampung Kebon kopi, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Tim hadroh ini didominasi oleh kaum hawa yang dimotori oleh Sariyanti sebagai koordinator tim.
Tim hadroh Elfairuz terbentuk pada 22 September 2019, dengan jumlah personil 15 orang, dan dilatih dengan seorang Guru Hadroh yang sudah handal yaitu Purnama atau Mas Guru biasa disapa oleh murid hadrohnya.
Dan Mas Guru ini awal melatih hadroh di Kabupaten Karawang, dan sekarang banyak tim hadroh di Kabupaten Bekasi yang dilatihnya, bukan hanya tim hadroh Elfairuz saja, tetapi ada beberapa tim hadroh lain yang ada di Kabupaten Bekasi.
Sudah hampir 2 bulan lebih tim hadroh Elfairuz ini vakum latihan, otomatis selama itu juga tidak bertemu sang guru hadroh, dan untuk melepas kangen para personilnya dikomandoi oleh Sariyanti, akhirnya sepakat untuk menyambangi kediaman Purnama guru hadroh, sekaligus silaturahmi.
Dalam kesempatan itu triberita coba bertanya pada Sariyanti selaku koordinator tim, tentang tim hadroh Elfairuz.
Sariyanti mengatakan, Elfairuz ini meskipun sudah 5 tahun terbentuk, namun tim hadroh Elfairuz ini personilnya masih ada yang keluar masuk, belum permanen para personilnya, dan belum pernah ikut serta dalam kejuaraan.
“Karena personilnya masih keluar masuk, jadi tim belum bisa solid dan kompak, ya jika sudah tidak gonta ganti personil bisa kompak,” ucapnya kepada triberita, Minggu (18/2/2024).
Dijelaskannya, mudah-mudahan personilnya Elfairuz yang sekarang tidak ada yang keluar dan bisa permanen, bisa solid dan kompak, latihannya ke depannya lebih fokus dan giat lagi, agar nantinya bisa ikut jika ada kejuaraan atau lomba hadroh.
“Jika diundang dalam satu acara sering misalkan, resepsi pernikahan atau khitanan, dan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI),” ungkapnya.
Karena personil Elfairuz lanjut Sariyanti, masing-masing punya kesibukan, ada yang profesinya sebagai tenaga pengajar di sekolah (guru), ada yang berjualan, dan lain-lainnya, jadi atur jadwal latihan jangan sampai mengganggu aktivitas para personilnya.
“Harapannya di tahun ini tim hadroh Elfairuz bisa lebih maju lagi, solid, dan kompak, dan bisa mengikuti perlombaan Hadroh,” pungkasnya.
Sementara itu Purnama atau Mas Guru biasa disapa, sebagai Guru hadroh Elfairuz merasa senang ketika murid-muridnya datang bersilaturahmi ke rumahnya, di Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi.
“Ya senang aja, di datangi anak didiknya sambung silaturahmi,” bebernya.
Karena selama hampir 2 bulan lebih lah kita tidak pernah latihan, otomatis kita tidak pernah ketemu, kata Mas guru sapaan akrabnya, jadwal saya melatih hadroh juga banyak, ditambah aktivitas lain juga.
“Sebentar lagi akan memasuki bulan Suci Ramadhan, untuk sementara latihan hadroh di istirahatkan dulu, nanti kita adakan silaturahmi lagi setelah Idul Fitri, tempatnya di Sekertariat Zaha,” sambungnya.
Elfairuz juga memberikan pelatihan juga kepada para anak didik di yayasan Alfred School untuk bisa bermain alat musik rebana yang bernafaskan Islam ini, agar musik hadroh tidak kalah bersaing di dunia musik Nasional maupun Internasional.
















