Triberita.com, Pandeglang Banten – Rasyid Chaniago, selaku juru bicara keluarga korban pembunuhan sadis yang terjadi di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, pada Rabu (08/02/23) malam, meminta pihak kepolisian Polres Pandeglang Polda Banten, untuk serius dan mengusut tuntas kasus itu.
Diketahui, tersangka pelakunya adalah Riko Arizka. Dan yang sejak Rabu (08/02/23) malam, sudah diamankan oleh pihak kepolisian dari Unit Reskrim Polres Pandeglang, karena telah melakukan pembunuhan terhadap seorang wanita berparas cantik bernama Lisa Siti Mulyani (akrab disapa Elisa).
Korban yang sudah tidak bernyawa ditemukan di semak-semak sekitar Stadion Badak, Pandeglang dengan luka menganga pada bagian leher.
“Saya mewakili keluarga korban minta kasusnya diusut secara tuntas. Jangan melihat dia anak siapa ke, yang jelas harus dihukum berat,” kata juru bicara keluarga korban pembunuhan, Rasyid Chaniago, Kamis (09/02/23).
Adapun korban Lisa Siti Mulyani (22), masih berstatus mahasiswi, dan juga Make Up Artis (MUA). Korban adalah warga Kampung Saruni RT 03/01, Kelurahan Saruni, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang.
Unit Reskrim Polres Pandeglang yang mendapat informasi ada temuan mayat diduga korban pembunuhan, langsung bergerak cepat ke lokasi dan melakukan olah TKP, dan hanya membutuhkan waktu 30 menit, tersangka bernama Riko Arizka, berhasil diringkus dirumahnya di Kampung Cipacung, RT.003/005, Kelurahan Saruni, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang.

Ketika dikonfirmasi Triberita.com, Kasatreskrim Polres Pandeglang, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Shilton mengatakan, saat menerima laporan posisi dirinya sedang berada didalam perjalanan, dan langsung putar balik menuju stadion badak.
“Tadi itu, pas menerima laporan saya posisinya lagi di perjalanan. Baru sampai di Mengger, terus langsung putar balik menuju Stadion Badak,” ujar Shilton di Mapolres Pandeglang, Kamis (09/02/23).
Lanjut dia, setelah sampai di TKP, Jajaran Satreskrim Polres Pandeglang beserta Polsek Pandeglang, langsung meminta keterangan dari sejumlah saksi di TKP. Kemudian didapatkan informasi ciri-ciri terduga pelaku pembunuhan.
“Kurang dari satu jam, kami langsung lakukan penangkapan terduga pelaku. Dan untuk menghindari amuk massa, terduga pelaku langsung diamankan ke Mapolres Pandeglang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.
Sementara itu, Tim Inafis Polres Pandeglang, Brigadir Polisi Kepala, Bayu Kurniawan mengungkapkan, saat tiba di TKP, korban ditemukan di semak-semak.
“Posisi korban enggak kelihatan wajahnya. Karena memang tertutupi oleh pakaian yang dikenakan,” katanya.
Lanjut dia, pakaian yang dikenakan berwarna hitam bergaris putih. Sedangkan celananya berwarna hitam.
“Saat kain yang menutupi kepala dibuka, terlihat luka menganga pada bagian leher. Dengan panjang sekira 15 centimeter dan lebar lima centimeter,”ujarnya.
Luka tersebut, diduga akibat dari kloset WC bekas atau sudah belah yang dipukulkan oleh pelaku kepada korbannya. Sebab ukuran atau lukanya bergerigi sesuai dengan pecahan kloset.
“Luka tersebut terjadi karena memang pelaku menggunakan kloset berbahan keramik yang sudah pecah. Jadinya tajam hingga membuat luka mengangga,” katanya.
Lebih lanjut, Wahyu menegaskan, bahwa luka yang ia ketahui merupakan luka yang terlihat secara kasat mata. Sementara baru pada bagian leher.
“Untuk luka lain di bagian tubuhnya nanti menunggu hasil autopsi. Kalau yang terlihat secara kasat mata selain leher, pada bagian lengan korban kayak mengalami dislokasi atau patah tulang,” katanya.
Terkait apa motif dari tersangka melakukan perbuatannya, Shilton mengatakan, pelaku dan korban sebelumnya sudah berpacaran selama lima tahun.
“Pacaran dari semenjak SMA namun putus. Terus si pelaku yang mengendarai sepeda motor NMAX warna biru bernomor polisi A 4484 DP, ini baru pulang setelah nyetrum ikan di belakang Stadion Badak terus berpapasan dengan korban mengendarai sepeda motor beat warna hitam bernomor polisi A 5826 JZ,” katanya.
Selanjutnya, sambung Shilton, ketika pelaku dan korban berpapasan, terus berhenti dan mengobrol dengan pelaku dengan korban. Lalu pelaku mengajak korban ke arah Stadion Badak untuk ngobrol, karena alasan di jalan ramai orang.
“Begitu sampai ditempat sepi, dikatakan oleh pelaku, bahwa pelaku dengan korban terlibat cekcok karena korban mengaku sudah mempunyai pacar. Dari situlah pelaku naik pitam, dan pelaku langsung mempiting leher korban, tangan kanan, dan menekan leher korban. Kemudian tangan kirinya membekap hidung dan mulut korban, hingga membuat korban sulit bernapas dan lemas,” katanya.
Pada saat lemas itulah, korban oleh pelaku diseret ke dalam semak. Setelah sampai di semak, korban menemukan kloset pecah kemudian dipukulkan sebanyak dua kali.
“Hingga korban tewas di TKP. Karena mengalami luka menganga pada bagian lehernya,” katanya.
Selanjutnya, dikatakan Shilton, saat ia bersama anggota tiba di lokasi langsung meminta keterangan sejumlah orang. Kebetulan ada orang mengenali dan melihat korban sempat jalan dengan pelaku.
“Saksi memberikan informasi kalau pelaku mengendarai sepeda motor NMAX warna biru. Lalu kita langsung melakukan pencarian dan pas di jalan, ketemu sepeda motor terparkir di depan rumah percis disampaikan saksi,” katanya.
Selanjutnya, tim unit reskrim melakukan penangkapan terhadap pelaku yang masih berada di dalam rumahnya. Pelaku masuk ke dalam rumah menyimpan tas, berisi laptop, dompet dan handphone milik korban.
“Kurang dari satu jam pelaku alhamdulilah berhasil kita tangkap dan amankan. Kalau saja telat sedikit, besar kemungkinan pelaku sudah kabur, karena posisi motor di parkir di depan rumah dan yang bersangkutan masuk ke dalam hanya menyimpan barang berharga milik korban,” katanya.
Bupati Pandeglang, Irna Narulita mengapresiasi Polres Pandeglang gerak cepat (gercep) dalam upaya menangkap pelaku pembunuhan terhadap seorang wanita cantik, yakni korban Lisa Siti Mulyani (22),
Pelaku pembunuhan yang berhasil ditangkap Jajaran Satreskrim Polres Pandeglang, berprofesi sebagai ojek online.
Irna mengaku, selaku kepala daerah, Ia tentu turut berduka cita dan sangat prihatin atas adanya kasus pembunuhan yang diduga akibat asmara. Semoga tidak ada lagi kasus serupa.
“Jangan hanya gara – gara cinta segi tiga atau sakit hati karena diselingkuhi, nyawa anak orang hilang. Sehingga rasanya nyawa seperti kacang goreng. Nah ini harus ditumbuhkan kembali keimanannya di majelis taklim , pondok pesantren, keluarga, saya tekankan lagi kepada seluruh jajaran di kecamatan, juga rekan kerja strategis seperti MUI, dan lain sebagainya untuk bisa memberikan pemahaman, keagamaan kepada masyarakatnya,” katanya.
Jadi, lanjut dia, tidak sampai gelap mata seperti ini. Rasanya sangat miris tinggal di Pandeglang pelakunya di Pandeglang korbannya di Pandeglang.
“Ini adalah berita kurang baik. Mudah – mudahan tidak diulang lagi, sangat prihatin dan kami sampaikan duka cita pada keluarga korban,” katanya.
Sementara itu, Kapolres Pandeglang AKBP Belny Warlansyah menuturkan, pada saat ini pelaku pembunuhan masih dimintai keterangan.
“Penyidik tengah memintai keterangan pelaku. Berdoa bersama semoga tidak terjadi lagi kasus menghilangkan nyawa orang,” katanya.
Reporter/Penulis : Daeng Yusvin
Editor : Khari Riyan Jaya

















