Triberita.com | Lebak Banten – Desa Adat Baduy atau Desa Kanekes di Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, seringkali menjadi salah satu desa adat yang dikunjungi wisatawan.
Desa Kanekes terdiri dari 65 kampung, diantaranya dibagi menjadi dua wilayah, yakni Baduy Dalam dan Baduy Luar. Di Baduy Dalam sendiri ada tiga kampung yakni Cikartawana, Cibeo dan Cikeusik.
Suku Baduy Dalam merupakan suku asli Sunda Banten yang masih menjaga tradisi anti modernisasi, baik cara berpakaian maupun pola hidup lainnya.
Suku Baduy Rawayan, tinggal di kawasan Cagar Budaya Pegunungan Kendeng seluas 5.101,85 hektare di daerah Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak.
Perkampungan masyarakat Baduy umumnya terletak di daerah aliran Sungai Ciujung di Pegunungan Kendeng.
Daerah ini dikenal sebagai wilayah tanah titipan dari nenek moyang, yang harus dipelihara dan dijaga baik-baik, tidak boleh dirusak.
Kehidupan masyarakat suku Baduy ini hidup dengan filosofinya sendiri sehingga siapa saja yang mengunjunginya wajib menghormati dan menghargai peraturan adat didalamnya.
Ketika berkunjung ke daerah alam Baduy Dalam anda akan mendapatkan pemandangan sungai yang jernih dengan bukit dan pepohonan yang masih hijau.
Uniknya kehidupan masyarakat Baduy,tidak pernah kesulitan meskipun hidup tanpa uang sekalipun.
Pu’un adalah kepala suku yang menentukan masa tanam dan panen, menerapkan hukum adat, dan mengobati orang sakit. Pu’un sangat dihormati, hanya orang yang berkepentingan khusus dan mendesak yang dapat bertemu dengannya.
Jika penasaran ingin mengeksplorasi eksotisnya Baduy, terlebih dahulu tahu 5 larangan yang harus dipatuhi orang luar sebelum masuk Baduy.
Lima larangan yang harus dipatuhi orang luar sebelum masuk Baduy ini wajib diketahui dan wajib untuk diikuti.
Jika mengikuti 5 larangan yang harus dipatuhi orang luar sebelum masuk Baduy, maka akan mendapatkan ritual yang penuh hormat dan memperkaya pengalaman selama mengeksplorasi Baduy.
Jelang hari libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 atau Nataru, dipastikan akan ada banyak wisatawan yang berbondong-bondong datang ke Baduy.
Kedatangan mereka untuk menyaksikan dengan mata kepala sendiri, tentang keindahan budaya dan bentang alamnya yang belum terjamah.
Apalagi jika destinasi para wisatawan adalah Baduy, mereka akan menemukan sebuah desa yang berhasil bertahan melintasi waktu selama beratus-ratus tahun lamanya.
Di desa ini ada tradisi sakral yang mendefinisikan komunitas Baduy sebagai komunitas masyarakat kuno yang perlu dihormati.
Melakukan perjalanan ke Baduy, bukan sekedar eksplorasi fisik, tetapi juga perlu pendalaman budaya, memahami dan menghormati larangan dan adat istiadat yang digariskan masyarakat Baduy.
Saat melintasi wilayah Baduy yang belum terjamah, setelah mematuhi 5 larangan tersebut, maka anda bisa melangkah dengan santai dan menyaksikan dengan mata kepala sendiri terkait tradisi yang telah bertahan dalam ujian waktu.
Lima larangan yang harus dipatuhi orang luar sebelum masuk Baduy, adalah:
1. Larangan Menggunakan Alas Kaki
Aturan mendasar di Baduy adalah larangan memakai alas kaki, termasuk sepatu dan sandal, dalam masyarakat. Praktik ini melambangkan kerendahan hati dan penghormatan terhadap tanah suci dan tradisi.
Pengunjung diharapkan berjalan tanpa alas kaki selama berada di Baduy, menyatu dengan bumi di bawah mereka.
2. Izin Sebelum Ambil Foto
Meskipun daya tarik budaya Baduy yang unik mungkin menggoda pengunjung untuk mengabadikan setiap momen, penting untuk mematuhi pantangan fotografi yang ditetapkan oleh masyarakat setempat.
Masyarakat Baduy percaya bahwa memotret dapat mengganggu keseimbangan spiritual desanya. Pengunjung disarankan untuk meminta izin sebelum mengambil foto dan menghormati keinginan masyarakat jika menolak.
3. Tidak Membawa Alat atau Gadget Modern
Baduy Dalam mempertahankan komitmen terhadap cara hidup tradisional, tanpa kenyamanan modern.
Pengunjung harus mematuhi pantangan untuk menggunakan alat dan gadget modern seperti ponsel, kamera, dan perangkat elektronik. Pembatasan ini dilakukan untuk menjaga kesederhanaan masyarakat dan mencegah pengaruh luar mengganggu praktik tradisional mereka.
4. Kunjungan Selektif
Baduy Dalam terbagi menjadi dua wilayah, yaitu Baduy Dalam dan Baduy Luar.
Baduy Dalam sangat terlarang bagi orang luar dan akses hanya diberikan kepada masyarakat Baduy Dalam. Pengunjung diperbolehkan menjelajahi Baduy Luar, namun dilarang masuk ke Baduy Dalam untuk menjaga kesucian ritual dan tradisi masyarakat.
5. Aturan Adat dalam Berpakaian
Masyarakat Baduy mempunyai aturan adat berpakaian yang harus dipatuhi.
Pengunjung didorong untuk berpakaian sopan dan sopan, dengan mematuhi norma setempat.
Kesopanan dalam berbusana dipandang sebagai tanda penghormatan terhadap nilai-nilai budaya dan tradisi masyarakat.
Itulah 5 larangan yang harus dipatuhi orang luar sebelum masuk Baduy.
Anda pasti akan merasa kesulitan untuk mengikuti 5 larangan yang harus dipatuhi orang luar sebelum masuk Baduy, khususnya tidak mengenakan alas kaki.
Namun tidak ada salahnya mencoba untuk mematuhi 5 larangan yang harus dipatuhi orang luar sebelum masuk Baduy, karena dengan mematuhinya, anda akan mengalami sensasi ritual yang cukup seru selama mengeksplorasi alam Baduy.
















