Scroll untuk baca artikel
Banten RayaBerita

Mayat Mengapung di Perairan Cibuaya Sukabumi, Diduga Warga Jakarta Korban Tenggelam Goa Langir Lebak Banten

172
×

Mayat Mengapung di Perairan Cibuaya Sukabumi, Diduga Warga Jakarta Korban Tenggelam Goa Langir Lebak Banten

Sebarkan artikel ini
Mayat terapung di duga warga Jakarta ditemukan warga Desa Pangumbahan, Sukabumi, pada Selasa (20/1/2026) sekitar, pukul 17.00 WIB, dalam kondisi telentang dan terombang-ambing di laut. (Foto : tangkap layar)

Triberita.com | Lebak Banten – Sesosok jenazah berjenis kelamin laki-laki, ditemukan terapung di perairan Pantai Cibuaya, Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Dugaan sementara, jenazah tersebut merupakan warga asal Jakarta yang sebelumnya dikabarkan hilang tenggelam, pada Sabtu (17/1/2026) pagi, di Pantai Goa Cilangir, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Dugaan tersebut menguat karena adanya kesamaan ciri, terutama pada pakaian dan kalung yang dikenakan korban.

Kabar penemuan mayat diduga warga Jakarta ini, pertama kali diketahui warga Desa Pangumbahan, Sukabumi, pada Selasa (20/1/2026) sekitar, pukul 17.00 WIB, dalam kondisi telentang dan terombang-ambing di laut.

Deris Hermawan, anggota Polsus DKP Sukabumi menyampaikan, sekitar pukul 17.30 WIB warga kembali melihat jasad tersebut dengan ciri-ciri berjenis kelamin laki-laki, mengenakan celana pendek hitam bermotif kotak putih serta kalung tali berwarna hitam.

Caption : Identitas kalung pada mayat mirip dengan yang dipakai wisatawan dilaporkan hilang di laut kawasan Goa Langir, Lebak Banten. (Foto : Dok Balawista)

“Awalnya, jenazah terlihat mendekat ke pesisir, namun kembali terbawa arus ke tengah laut,” ujar Deris.

Menurut Deris, karena jasad kembali menjauh ke tengah laut, tim gabungan bersama nelayan setempat melakukan pencarian menggunakan perahu nelayan hingga sekitar 2 kilometer dari bibir pantai

“Jenazah akhirnya ditemukan dalam posisi tengkurap dan berhasil dievakuasi ke darat sekitar, pukul 18.00 WIB,” jelasnya.

Proses evakuasi jenazah tersebut, melibatkan tim gabungan dari TNI AL Ujunggenteng, Polsek Ciracap, Puskesmas Ciracap, Pemerintah Desa Pangumbahan, Babinsa Pangumbahan Koramil Surade, Lifeguard Pantai Cibuaya, Polsus KKP, UPP Syahbandar, serta Ketua Rukun Nelayan Ujunggenteng.

Guna proses pemeriksaan lebih lanjut, usai dievakuasi, jenazahnya langsung dibawa ke RSUD Jampangkulon.

Sebelumnya, korban Salman Abdul Latief (19) warga Cipinang Asem, Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, dilaporkan terseret ombak Pantai Goa Langir saat tengah berenang bersama rekannya, bernama Abdul Latif.

Baca Juga :  Mayat Mengambang Gegerkan Warga Muara Gembong

Kedua korban bersama lima orang temannya berangkat dari Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (16/1/2026) sore, dan tiba di kawasan wisata Goa Langir pada malam hari sekitar pukul 19.00 WIB.

“Rombongan ini mengaku dari Bogor sore hari dan tiba di sini (kawasan wisata Goa Langir), pada Jumat 16 Januari 2026, sekira pukul 19.00 WIB. Mereka tidur di tenda,” terang Ketua Balawista Lebak, Erwin Komarasukma, melalui telefon seluler, Sabtu (17/1/2026).

Dikatakan Erwin Komarasukma, pada Sabtu pagi pukul 05.30 WIB, kedua korban menuju pantai dan berenang. Namun tak lama, keduanya terbawa arus yang saat itu memang lumayan deras.

Berbekal informasi dan laporan, Erwin mengatakan, pihaknya langsung melakukan kordinasi dengan stakeholder terkait untuk melakukan pencarian korban melalui penyisiran tepi pantai maupun jalur laut.

“Alhamdulillah, dalam laka laut di Pantai Goa Langir, dimana dua orang terseret ombak, satu orang berhasil diselamatkan. Sementara satu orang atas nama Salman Abdul Latif terseret arus ke tengah, tidak terselamatkan,” ujar Ketua Balawista Lebak, AM Erwin Komarasukma.

“Menurut keterangan teman-temannya, korban Salman bisa berenang. Namun, arus di pantai Goa Langir, memang deras dan berbahaya,” sambung Erwin.

Erwin juga menjelaskan, bahwa pihaknya dilokasi, selain sudah memasang rambu-rambu, bendera, dan papan peringatan agar para wisatawan tidak berenang di pantai yang arusnya deras.

“Dilokasi, kami selalu memberikan himbau kepada para wisatawan untuk selalu waspada dan mengikuti arahan dari petugas pantai yang stanby di pantai dan juga memasang rambu-rambu, bendera, dan papan peringatan tidak berenang di pantai karena arusnya deras,” katanya.

Selain himbauan larangan berenang, pihaknya juga memberikan himbauan kepada wisatawan jika memerlukan pendampingan untuk pengawasan.

Baca Juga :  Mayat Laki-Laki Dalam Karung Tanpa Identitas, Kapolres Metro Tangerang Himbau Warga Lapor ke Kantor Polisi

Ketua Balawista Lebak, Erwin Komarasukma, kembali menyampaikan dan mengimbau kepada semua wisatawan agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di pantai, serta mematuhi arahan petugas keselamatan yang berjaga.

“Keselamatan harus menjadi prioritas. Jangan berenang di area yang tidak dijaga, apalagi jika kondisi ombak tidak memungkinkan,” pesannya.

Facebook Comments