Scroll untuk baca artikel
BeritaPeristiwa

Memasuki Hari ke 3, Tim SAR Temukan Satu Lagi Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Jenis Kelamin Perempuan

154
×

Memasuki Hari ke 3, Tim SAR Temukan Satu Lagi Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Jenis Kelamin Perempuan

Sebarkan artikel ini
Tim SAR gabungan dalam upaya pencarian korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang mengalami musibah di wilayah pengunungan Bulusaraung, Sulawesi Selatan. (Foto : istimewa)

Triberita.com | Makassar Sulsel – Tim SAR gabungan, kembali menemukan satu orang korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di wilayah pengunungan Bulusaraung, Sulawesi Selatan.

“Hari ini telah ditemukan satu korban,” kata Kepala Badan SAR Nasional, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, Senin (19/1/2026).

Korban tersebut, berjenis kelamin perempuan ditemukan tim SAR gabungan sekitar pukul 14.00 WITA, setelah mendapatkan laporan dari tim pencarian di lapangan.

Sehari sebelumnya, Tim SAR gabungan, juga berhasil menemukan satu korban, berjenis kelamin laki-laki. Kini ada dua korban telah ditemukan.

Korban kedua ini, ditemukan dalam operasi SAR hari ketiga di tebing Gunung Bulusaraung dengan kondisi medan terjal dan curam di kedalaman 500 meter dari puncak Gunung Bulusaraung.

“Kondisi tebing sangat terjal dan curam. Korban ditemukan diperkirakan di kedalaman 500 meter dari puncak Gunung Bulusaraung,” tuturnya.

Sementara itu, TNI AU melalui Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar, mengerahkan Rumah Sakit Angkatan Udara (RSAU) dr. Dody Sardjoto sebagai posko tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk mendukung proses identifikasi korban pesawat ATR 42-500.

Hal tersebut dilakukan guna mendukung proses evakuasi dan pemeriksaan korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh pada kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto dalam siaran pers Senin (19/1/2026) mengatakan, sampai saat ini RSAU hanya bersifat disiagakan guna mengantisipasi kebutuhan proses DVI.

Jika nantinya pihak RSAU dikerahkan, dia memastikan pihaknya akan menerapkan standar identifikasi korban sesuai yang ditetapkan DVI Internasional.

“Kami juga akan bersinergi dengan Polri, Basarnas, pemerintah daerah, serta berbagai pihak terkait agar seluruh tahapan identifikasi berjalan cepat, akurat,” kata Arifaini

Baca Juga :  Ketua MPR RI Bamsoet Apresiasi Kapolri Atas Kelancaran Arus Mudik Lebaran

Dengan adanya bantuan pengerahan tim DVI RSAU ini, Arifaini berharap, proses identifikasi korban pesawat jatuh bisa dilakukan dengan maksimal dengan hasil yang akurat.

TNI Angkatan Udara, memastikan akan terus hadir dalam operasi kemanusiaan, tidak hanya pada tahap pencarian dan evakuasi, tetapi juga pada penanganan lanjutan untuk memberikan kepastian bagi keluarga korban.

Pesawat jenis ATR 42-500 penerbangan dari Yogyakarta dengan tujuan Makassar hilang kontak di sekitar wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (17/1/2026) lalu.

Facebook Comments