Triberita.com | Lebak Banten – Jika Sekolah Rakyat yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto nanti ada siswa diminta membayar atau siswa titipan, pelaku akan diberikan sanksi sesuai aturan.
Hal itu disampaikan oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, saat meninjau langsung kegiatan Sekolah Rakyat di Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.
“Gak ada bayar membayar, gak ada titip menitip, jika ada siswa titipan, tolong viralkan. Laporkan biar nanti diberikan tindakan yang semestinya. Karena yang boleh sekolah di sini, mereka yang benar-benar kurang mampu atau miskin ekstrem sesuai instruksi bapak presiden,” tegas Gus Ipul saat sambutan pada acara pembukaan masa pengenalan lingkungan sekolah (PMLS) di BPMP Provinsi Banten di Jalan Siliwangi, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Jumat (1/8/2025).
Sekolah Rakyat, lanjut Gus Ipul, dirancang untuk membantu mengurangi angka putus sekolah serta meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
“Sekolah ini merupakan miniatur dalam mengentaskan kemiskinan, anaknya disekolahkan dan orang tuanya diberdayakan dengan diberikan pekerjaan dan rumahnya di perbaiki,” ujar Mensos.
Lewat gagasan Presiden Prabowo Subianto, Sekolah Rakyat lahir untuk menjadi jalan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem agar bisa merasakan pendidikan berkualitas tanpa biaya.
Di Lebak, tercatat 200 siswa ikut program ini, terdiri dari 100 siswa SMA, 50 siswa SMP, dan 50 siswa SD. Data penerima ditetapkan melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) pada kelompok desil 1 atau masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.
Gus Ipul menegaskan bahwa pendidikan adalah kunci mengubah masa depan anak-anak prasejahtera.
“Sekolah Rakyat ini, bukan sekadar angka, tapi harapan. Anak-anak yang dulu nyaris putus sekolah kini punya jalan untuk menggapai mimpi mereka,” ujar Gus Ipul.
Peluncuran program ini dilakukan serentak juga di Ponorogo dan Pasuruan, Jawa Timur, dan akan diperluas ke 59 titik tambahan pada September 2025.
Gubernur Banten Andra Soni yang mendampingi kunjungan tersebut, menyatakan dukungan penuh program ini, karena menjadi solusi nyata bagi daerah miskin, khususnya Lebak.
“Lebak menjadi lokasi prioritas. Program ini nyata membantu anak-anak yang kesulitan sekolah, dan pemerintah daerah siap memfasilitasi pengembangannya,” ujarnya.
Sekolah Rakyat dirancang sebagai pendidikan gratis berbasis akademik dan pembinaan karakter, lengkap dengan fasilitas asrama dan guru berkualitas.
Program ini, diharapkan menekan angka putus sekolah dan menjadi jalan keluar bagi keluarga yang selama ini terkendala biaya pendidikan.
















