Scroll untuk baca artikel
Banten RayaBerita

Nelayan Gurita Tenggelam di Pantai Tanjung Panto Ditemukan, TIM SAR Hentikan Pencarian

332
×

Nelayan Gurita Tenggelam di Pantai Tanjung Panto Ditemukan, TIM SAR Hentikan Pencarian

Sebarkan artikel ini
Tim SAR menemukan jenazah nelayan gurita yang hilang beberapa waktu lalu.(Foto: Daeng Yusfin)

Triberita.com|Serang Banten – Upaya pencarian terhadap korban Ahmid (28), seorang nelayan gurita yang beberapa waktu lalu dikabarkan hilang tenggelam di perairan Tanjung Panto, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, oleh Tim SAR Gabungan, hari ini Senin (8/1/2024), dihentikan.
Pasalnya, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Adil Triyanto menjelaskan, Ahmid telah ditemukan meskipun dengan kondisi sudah meninggal dunia, pada Senin (8/1/2024) pagi.

“Dengan telah ditemukannya korban [nelayan], maka operasi SAR ditutup dan unsur yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing,” ujar Adil Triyanto.

Dikatakan Adil Triyanto, korban Ahmid (28), warga Kampung Desa Muara, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten yang tenggelam di laut sekitar Perairan Tanjung Panto, oleh petugas TIM SAR Gabungan, nelayan yang hilang itu berhasil ditemukan, namun dengan kondisi sudah meninggal dunia, pada Senin (8/1/2024) pagi.

Keluarga korban tak kuasa menahan air mata kesedihan saat TIM SAR Gabungan membawa jenazah ke rumah duka. Air mata satu per satu anggota keluarga korban pecah saat jenazah tiba di rumah duka, dan jenazah langsung dimandikan untuk dimakamkan di TPU setempat.

“Alhamdulillah, upaya pencarian selama tiga hari, dengan cuaca hujan pada Senin (8/1/2024) sekitar pukul 07.00 WIB, korban berhasil ditemukan sejauh 1 kilometer dari lokasi awal kejadian. Korban sudah diserahkan ke keluarganya,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Adil Triyanto.

Diketahui sebelumnya, kronologi awal peristiwa, pada Sabtu (6/1/2024) sekitar pukul 11.00 WIB, korban mencari gurita di perairan sekitar Pantai Tanjung Panto, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, menggunakan ban dan kondisi arus laut saat itu sedang tinggi, lalu korban terbawa arus laut dan hilang tenggelam digulung ombak akibat terlepas dari ban.

Baca Juga :  Bawaslu Kabupaten Lebak Dilaporkan ke DKPP RI, ini Pemicunya

Adapun unsur yang terlibat dalam pencarian korban ini, Kantor SAR Banten, Tim Rescue US SAR Lebak, BMKG Kota Serang, Marinir Satgas, Polairud, Pos AL Binuangen, Koramil Wanasalam, Polsek Wanasalam, KPLP Binuangen, Madur Rescue, Destana, Nelayan, dan masyarakat sekitar.

Rohmat selaku perwakilan keluarga korban, menyatakan terima kasih kepada pihak-pihak terkait yang telah membantu pencarian korban, yang merupakan kakak kandungnya itu.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua petugas dan warga yang telah membantu pencarian korban. Semoga almarhum diterima di sisi-Nya,” ujar Rohmat, Senin (8/1/2024).

Facebook Comments