Scroll untuk baca artikel
Bekasi RayaBeritaKesehatanNewsPeristiwa

Nestapa, Kisah Pasien di Karawang Ditahan pihak RS Gara-gara Tidak Memiliki Biaya

1247
×

Nestapa, Kisah Pasien di Karawang Ditahan pihak RS Gara-gara Tidak Memiliki Biaya

Sebarkan artikel ini

Triberita.com | Karawang,- Nasib pilu dialami keluarga pasien Dina Angelina warga Kampung Kedung Salam, RT04/RW08, Desa Plawad, Kecamatan Karawang Timur, sang buah hati Muhammad Faqih Al- Ghifari (3) menderita sakit cacar air sudah tiga pekan ditunda kepulangan (ditahan) pihak rumah sakit swasta di Kabupaten Karawang lantaran terkendala biaya.

Muhammad Faqih Al- Ghifari dilarang pulang karena Dina tidak mampu membayar biaya pengobatan anaknya yang mencapai kurang lebih Rp 19 jutaan oleh pihak rumah sakit yang berlokasi di Jl. Wirasaba, Karawang Wetan, Kecamatan Karawang Timur.

“Demi Allah mohon tolong saya, berikanlah kebijaksanaan, saya tidak mampu, saya juga mau bayar, tapi tidak hari ini. Namun, pihak rumah sakit malah melarang anak saya pulang sampai ada uang tebusan 80 persen,” katanya sambil menangis saat dikonfirmasi triberita.com, Senin (25/09/2023).

Awal mula persoalan dimulai sejak tanggal (30/08/20233) sekitar tiga Minggu lalu. Saat itu, pihak rumah sakit swasta tersebut, menahan kepulangan sang anak, Muhammad Faqih, yang telah diagnosis sehat dokter Didi yang memeriksa anaknya.

pasien Dina Angelina warga Kampung Kedung Salam, RT04/RW08, Desa Plawad, Kecamatan Karawang Timur (foto: Abdul/ Bayu)
pasien Dina Angelina warga Kampung Kedung Salam, RT04/RW08, Desa Plawad, Kecamatan Karawang Timur (foto: Abdul/ Bayu)

“Dokter sendiri yang mengatakan sudah bisa pulang, tapi pas dateng bagian administrasi sempat juga kerumah dan saya menyampaikan bahwa anak saya mau pulang serta mau membayar dengan cara mencicil, pihak rumah sakit malah menahannya sampai sekarang. Padahal kata dokter empat hari anak saya sudah dinyatakan sembuh,” jelasnya.

“Kita masih menunggu biaya untuk pulang kerumah. Lalu hanya berikan infus salama seminggu, pihak rumah sakit belum juga membolehkan pulang karena belum ada biaya sedangkan dirumah sakit sudah tidak diberikan makanan, tidak ada kebijakan dari rumah sakit sedikit pun,” sambungnya.

Ia mengakui, total kewajiban bayar yang harus diselesaikan, awalnya sekitar Rp 6 juta untuk empat hari perawatan. Namun, sejak tiga pekan, biaya yang harus dibayarkan terus membengkak menjadi Rp 23 juta terhitung per hari Selasa (26/09).

Baca Juga :  IGABA Gelar Festival Akbar, Gali Potensi Bakat dan Minat Anak

“Kalau semakin lama di sini jelas semakin bertambah, mana saya juga sudah tidak punya bekal selama di rumah sakit, mohon kebijaksanaannya, saya janji akan membayar, tapi tolong izinkan anak saya untuk keluar dari rumah sakit,” ujar dia merintih meminta belas kasihan pihak rumah sakit.

Keluarga pasien Dina Angelina warga Kampung Kedung Salam, RT04/RW08, Desa Plawad, Kecamatan Karawang Timur (foto: Abdul/ Bayu)
Keluarga pasien Dina Angelina warga Kampung Kedung Salam, RT04/RW08, Desa Plawad, Kecamatan Karawang Timur (foto: Abdul/ Bayu)

Dina menjelaskan, selama ini sang suami yang bekerja sebagai kuli proyek serabutan itu terus berupaya mencari biaya demi sang buah hati, dirinya sudah beberapa kali mengajukan keringanan kepada pihak rumah sakit dengan alasan tidak mampu, tetapi hingga kini belum ada kebijaksanaan yang ia peroleh.

“Kata salah seorang pegawai dari pihak menagement ibu Roro dan kepala ruangan ibu Indah saat keruangan alasannya tetap tidak bisa (keluar), saya tidak mau bertanggung jawab sebab saya juga pegawai kata dia harus ada biaya masuk baru bisa keluar,” ujar Dina menirukan jawaban pegawai rumah sakit, saat proses negosiasi.

Hingga pukul 10.00 siang ini, Dina mengaku, ia bersama anaknya masih berada di Ruang Melati 2 rumah sakit tersebut, sambil menunggu suami dan pihak yang mau mengulurkan pertolongan.

“Selama di dalam ruangan tiga Minggu lebih, anak saya tidak lagi mendapatkan asupan makanan dan katanya sudah di stop oleh dokter,” ujarnya.

“Harapannya untuk saya dan anak saya pulang dulu, karena saya sedang hamil 9 bulan, saya meminta pihak rumah sakit memberikan keringanan untuk pulang karena tidak mungkin didalam rumah sakit terus biaya makin membengkak,” kata dia berharap.

Sementara itu, saat disambangi triberita.com, Selasa (26/09) pihak rumah sakit belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut terkait hal itu. Sejauh ini belum ada solusi tepat untuk menyelesaikan permasalah ini.

Facebook Comments
Baca Juga :  Modus Pinjam Motor Orang tak Dikenal, Mantan Pasutri ini di Bekuk Polres Karawang