Triberita.com | Subang Jabar – Di tengah gelombang duka yang menyelimuti Kabupaten Subang akibat tragedi miras oplosan yang telah merenggut 11 nyawa, Penggiat Anti Narkoba Indonesia (PANI) menegaskan komitmennya untuk hadir sebagai benteng pertahanan masyarakat.
PANI hadir untuk memberikan edukasi, pelayanan, dan pendampingan demi memastikan masyarakat terlindungi dari ancaman zat adiktif dan narkotika.
Kehadiran organisasi ini menjadi sangat krusial, mengingat jatuhnya korban jiwa baru-baru ini didominasi oleh kalangan remaja dan dewasa muda.
Komitmen Moral dan Sosial PANI
Ketua DPP PANI, Dedi Ginanjar, menyampaikan bahwa kehadiran PANI merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang akurat. Menurutnya, banyak warga yang masih bingung dalam menyikapi persoalan penyalahgunaan zat berbahaya di lingkungan mereka.
“PANI hadir untuk masyarakat, sebagai wujud kepedulian dan komitmen kami dalam menjaga generasi bangsa,” tegas Dedi Ginanjar dalam pernyataan resminya.
Menjadi Jembatan Solusi yang Humanis
PANI menyadari bahwa kasus seperti miras oplosan dan narkoba memerlukan penanganan yang profesional dan humanis. Sebagai garda terdepan, PANI menjalankan fungsi sebagai fasilitator yang menjembatani masyarakat dengan berbagai pihak terkait:
Aparat Penegak Hukum: Memastikan prosedur hukum berjalan bagi para pengedar dan bandar.
Tenaga Kesehatan & Lembaga Rehabilitasi: Memastikan korban penyalahgunaan mendapatkan perawatan medis dan pemulihan yang layak.
Langkah ini sejalan dengan data medis terbaru dari Puskesmas Jalancagak yang menunjukkan 8 remaja mengalami intoksikasi berat dan membutuhkan penanganan medis jangka panjang.
Memperkuat Kapasitas Relawan di Subang
Sebagai organisasi nasional, PANI berkomitmen untuk memperkuat program pencegahan melalui peningkatan kapasitas relawan di tingkat daerah. Hal ini merespons kritik dari berbagai elemen masyarakat di Subang, termasuk GRPG dan LSM DOBRAK, yang sebelumnya menyoroti lemahnya edukasi bahaya zat adiktif di tingkat desa.
PANI percaya bahwa dengan membangun masyarakat yang berdaya dan memahami risiko, ruang hidup warga Subang akan kembali sehat dan terlindungi dari ancaman maut yang terus berulang.

















