Scroll untuk baca artikel
Berita

Pemkab Subang Didemo, HMI: Tiap Tahun Defisit dan Tunda Bayar, Tapi Dapat Penghargaan WTP

813
×

Pemkab Subang Didemo, HMI: Tiap Tahun Defisit dan Tunda Bayar, Tapi Dapat Penghargaan WTP

Sebarkan artikel ini
Puluhan massa mahasiswa HMI aksi unjuk rasa di Kantor Pemkab Subang, Jum'at (17/5/2024).(Foto: Harun)

Triberita.com | Subang – Tak kurang dari 30 orang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Subang menggelar aksi unjuk rasa, dengan mengunjungi sejumlah kantor instansi pemerintah Kabupaten Subang Jawa Barat.

Puluhan massa mahasiswa tersebut unjuk rasa di Kantor Dinas Pertanian, IRDA, PUPR, DKUPP, DPRD, hingga Kantor Bupati Subang pada Jum’at (17/5/2024), dengan menyerukan berbagai isu permasalahan di Kabupaten Subang.

“Kami akan terus menyuarakan, mengoreksi, dan mengevaluasi kinerja dinas-dinas dan lembaga di Subang,” kata Ketua Umum HMI Cabang Subang, M. Ali Annaba.

Kelompok tersebut menyambangi dinas-dinas dengan membawa Atribut, Bendera HMI, pengeras suara, serta spanduk bertuliskan “SUBANG GAGAL DIPERBAIKI, PJ BUPATI SUBANG BISA APA?”.

Aksi unjuk rasa yang dimulai pukul 09.00 WIB diawali dengan mengunjungi Dinas Pertanian untuk membahas Persoalan tahapan UPLAND, banyak kejanggalan program bantuan petani serta terindikasi korupsi.

Aksi berlanjut ke kantor IRDA Subang.

“Kami akan selalu mengawasi kinerja IRDA Subang, Tindak tegas segala bentuk potensi pelanggaran, Jangan hanya seolah datang dan ingin disambut,” kata mereka.

HMI juga mengunjungi Dinas PUPR yang dinilai dikuasai Iwan Ijek selaku Kabag ULP Pemkab Subang, serta terindikasi banyak proyek Kongkalikong Dinasti Jimat-Akur yang merugikan masyarakat.

Hal ini juga berkaitan dengan adanya kejanggalan transparansi yang harus diungkap ke publik terkait setiap tahun anggaran Pemkab Subang yang selalu defisit dan tunda bayar, tetapi aneh setiap tahun dapat penghargaan WTP (Opini Wajar Tanpa Pengecualian) dari pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat.

Selain itu juga penyalahgunaan anggaran program refleksi 5 tahun Jimat-Akur, terkhusus kepada nama-nama yang menggagas kegiatan refleksi tersebut.

HMI menilai, rotasi mutasi pejabat di Kabupaten Subang sangat kuat aromanya akan praktek jual beli jabatan. Mereka menuntut DPRD dan IRDA harus pro aktif dalam menjalankan Tupoksinya.

Baca Juga :  Warga Pondok Aren Tangerang di Hebohkan Dengan Penemuan Jasad Bayi

Hal ini disampaikan ketika menyambangi kantor DPRD yang kala itu pihak pengamanan terlambat mengamankan gedung DPRD Kabupaten Subang, sehingga lobby gedung sempat dikuasai massa aksi.

Ketika pihak pengamanan berupaya mengkondusifkan gedung, sempat terjadi kesalahpahaman antara massa aksi dengan kelompok pengamanan saat salah satu anggota wanita HMI terkena kontak fisik. Peristiwa tersebut berhasil diredusir dan massa aksi melanjutkan pergerakan ke Kantor Bupati Subang.

Aksi berakhir di Kantor Bupati Subang yang kala itu dilakukan di depan Gerbang Gedung. HMI menilai pelaksanaan aksi ini bermuara terkait komitmen dan pertanggungjawaban PJ bupati Subang untuk memajukan daerah dan menyejahterakan masyarakat. Namun kenyataannya, masih tinggi ketimpangan sosial di masyarakat, terlebih lagi para pejabat yang tidak peduli dan hanya mengutamakan kepentingan pribadi.

Dengan banyaknya permasalahan yang hingga saat ini belum dapat diselesaikan, HMI Cabang Subang mendesak dan menuntut agar PJ Bupati mundur dari jabatan, serta para Aparat Penegak Hukum menindak secara tegas sesuai dengan isu permasalahan yang disampaikan.

Facebook Comments