Scroll untuk baca artikel
Banten RayaBeritaEkonomi & Bisnis

Pemprov Banten Jamin Beras Aman Jelang Ramadhan 1445 Hijriah

295
×

Pemprov Banten Jamin Beras Aman Jelang Ramadhan 1445 Hijriah

Sebarkan artikel ini
Pj Gubernur Banten Al Muktabar menghadiri Rakorda TPID dan TP2DD) se-Banten, dihadiri oleh seluruh kepala daerah di Banten dalam rangka penguatan strategi TPID dan TP2DD untuk mendukung stabilitas harga pangan dan ekonomi keuangan digital di Provinsi Banten. (Foto : Daeng Yusvin)

Triberita.com | Serang Banten – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menjamin ketersediaan beras mencukupi menjelang Ramadan 1445 Hijriah, atau bulan Ramadhan pada Maret 2024.

“Kami memastikan stok beras aman, baik itu SPHP maupun premium. Kami juga mendorong, agar distributor beras premium untuk dapat memperkuat pasokan,” kata Pejabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar, saat Rakorda Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Banten, Rabu (21/2/2024).

Rakorda yang berlangsung di Hotel Aston Serang, pada Rabu (21/2/2024), mengambil tema ‘Penguatan Strategi TPID dan TP2DD dalam Rangka Mendukung Stabilitas Harga Pangan dan Keuangan Ekonomi Digital di Provinsi Banten’.

“Kebijakan fiskal Pemprov Banten dilakukan secara tepat dan terukur untuk memberikan efek positif kepada kehidupan masyarakat. Dalam penanggulangan kemiskinan, stunting, gizi buruk, pengendalian inflasi, hingga peningkatan investasi,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, Al Muktabar memberikan apresiasi atas kinerja Bupati/Wali Kota serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah se-Provinsi Banten. Bahwa kinerja pada indikator ekonomi makro Provinsi Banten, baik.

Dikatakan Al Muktabar, jumlah stok beras di Bulog setempat mencapai 6.131 ton. Jumlah stok beras tersebut, dipastikan akan cukup untuk kebutuhan tiga bulan ke depan.

“Yang terpenting, adalah ketersediaan bahan pokok yang cukup menjelang Ramadhan 1445 Hijriah, meski terjadi sejumlah peningkatan harga bahan pokok,”jelasnya.

Sementara itu, untuk menjaga stabilisasi harga, Al mengatakan akan melakukan operasi pasar di kabupaten/kota yang dilakukan langsung oleh bupati maupun wali kota, selain itu juga melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat.

“Kami terus melakukan operasi pasar, dalam rangka melakukan stabilisasi harga. Kami terus berada di lapangan untuk mengendalikan harga, dan melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat,” katanya pula.

Baca Juga :  33 Ucapan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 2023 untuk Keluarga dan Sahabat

Selain itu, pihaknya menyampaikan apabila ada hal-hal tertentu yang harus ada intervensi nasional tentu harus melaporkannya dan siap menjalankan fungsi pemerintah daerah dalam rangka stabilisasi harga.

Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Banten Ameriza M Moesa mengatakan, kepada tim pengendalian inflasi daerah (TPID) untuk menjalankan program unggulan yang selama ini sudah berjalan.

“Dengan adanya kegiatan Rakorda TPID dan TP2DD se-Banten ini dapat memberikan kegiatan terkait upaya pengendalian inflasi terlebih menjelang bulan Ramadhan,” ujarnya lagi.

Rakorda TPID dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Banten ini, dihadiri oleh seluruh kepala daerah di Banten dalam rangka penguatan strategi TPID dan TP2DD untuk mendukung stabilitas harga pangan dan ekonomi keuangan digital di Provinsi Banten.

Facebook Comments